Polisi Selidiki Kasus iPhone 16 Pro Max Senilai Rp18,5 Juta yang Raib Saat COD di Cimalaka Sumedang

Sumedang – Polisi terima laporan dugaan penipuan dalam transaksi jual beli telepon genggam yang menimpa seorang warga Kabupaten Sumedang. Dalam kasus tersebut, satu unit iPhone 16 Pro Max 512 GB senilai Rp18,5 juta dilaporkan hilang usai transaksi cash on delivery (COD) dengan seseorang yang mengaku sebagai calon pembeli.

Kanit Reskrim Polsek Cimalaka Iptu Yayat Suyatna membenarkan adanya laporan yang masuk dari korban. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Betul, laporan pengaduannya sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Yayat saat dikonfirmasi Tahu Ekspres, Senin (8/6/2026).

Korban diketahui bernama Muhammad Ihsan Fadhillah (30), warga Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka. Ia melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Cimalaka setelah kehilangan iPhone 16 Pro Max 512 GB warna Natural Titanium yang hendak dijualnya.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, peristiwa itu terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 18.44 WIB di kawasan Perum Griya Cimalaka Asri, Kecamatan Cimalaka.
Kejadian bermula saat korban dihubungi seseorang yang mengaku berminat membeli ponsel yang diiklankan. Pelaku kemudian meminta bertemu langsung di rumah korban untuk melihat kondisi barang.

Saat bertemu, pelaku memeriksa ponsel tersebut dan beberapa kali memegangnya. Korban mengaku tidak menaruh curiga karena pelaku tampak seperti pembeli pada umumnya.

Namun, setelah meminta korban mengambilkan air hangat dan berpura-pura akan melakukan pembayaran melalui transfer bank, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban untuk membawa kabur ponsel tersebut.

Korban sempat berusaha mengejar ketika pelaku tiba-tiba meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Namun upaya itu tidak berhasil dan pelaku berhasil melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp18,5 juta dan memutuskan melaporkannya ke polisi.

Yayat mengatakan pihaknya kini tengah mengumpulkan keterangan dan petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kami masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan informasi terkait pelaku yang dilaporkan oleh korban,” ujarnya.

Exit mobile version