Beranda / Sosial / Perum Griya Permata Cimalaka Sumedang Tak Punya Sumber Air, Warga Dapat Bantuan 32 Ribu Liter dari Brimob Saat Dilanda Kekeringan

Perum Griya Permata Cimalaka Sumedang Tak Punya Sumber Air, Warga Dapat Bantuan 32 Ribu Liter dari Brimob Saat Dilanda Kekeringan

Sumedang — Kemarau melanda wilayah Dusun Ciulur RT 01 dan RT 02 RW 11, Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Kondisi tersebut membuat warga Perum Griya Permata kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air yang biasa digunakan mengalami kekeringan.

Sumber air warga berasal dari Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BAPESPAM). Namun, kemarau yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan sumber air mengalami kekeringan.

Kondisi itu kemudian mendapat perhatian dari Satbrimob Polda Jabar bersama manajemen Persib. Sebanyak 32 ribu liter air bersih didistribusikan kepada warga di wilayah Cimalaka, Kamis (10/9/2026).

Wadanyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar AKP Saepudin mengatakan pendistribusian air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini sesuai dengan yang sudah direncanakan dan yang sudah berjalan. Kita, khususnya di Kabupaten Sumedang ini, atas perintah dari Satbrimob Polda Jabar bekerja sama dengan manajemen Persib, Bapak Haji Umuh, kita sudah melaksanakan kegiatan pemberian atau pendistribusian air bersih ke warga masyarakat yang membutuhkan,” katanya saat diwawancarai Tahu Ekspres di lokasi.

Kegiatan pendistribusian air bersih tersebut dilakukan di dua lokasi di Kabupaten Sumedang, yakni Cimalaka dan Tanjungsari.

“Termasuk hari ini, kita ada dua tempat yang kita laksanakan, yaitu di daerah Cimalaka dan di daerah Tanjungsari. Untuk penyaluran air ke Cimalaka ini, kurang lebih kita untuk penyaluran air ke Cimalaka ini 32 ribu liter,” tambahnya.

Menurut Saepudin, bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Harapan pimpinan, harapan kami juga, apa yang kami lakukan ini betul-betul bermanfaat dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Tadi kita sekalian ngobrol dengan masyarakat, bahkan masyarakat banyak yang datang ke kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.

Kepala Desa Trunamanggala Hendrik Ardiana turut menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih tersebut. Dia berharap distribusi air bersih dapat terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Satbrimob Polda Jabar dan manajemen Persib, Pak Umar Muchtar, yang telah mendistribusikan air bersih kepada warga kami, khususnya,” kata Hendrik.

“Mudah-mudahan pendistribusian air bersih ini bermanfaat bagi kami dan mudah-mudahan selalu terkondisikan, dan pendistribusian ini akan terus berlanjut,” ujarnya.

Hendrik kembali menyampaikan terima kasih kepada pihak yang terlibat dalam pendistribusian air bersih tersebut.

“Sekali lagi, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satbrimob Polda Jabar dan Pak Umar Muchtar selaku manajemen Persib Bandung,” ucap Hendrik.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan kondisi kekeringan bukan kali pertama terjadi. Heni Rohaeni (66) dan Enok Mulyati (60) mengatakan wilayah tersebut setiap tahun mengalami kondisi serupa.

“Udah lama. Tiap tahun juga kering. Kalau untuk tahun ini dari bulan Juli, Agustus, September. Tiga bulan, ya,” katanya.

Kondisi kekeringan membuat warga harus mengatur penggunaan air. Selain itu, jumlah air yang tersedia juga disebut semakin sedikit.

“Sekarang tiga kali sehari. Bari jeung airnya, tiga hari sekali itu. Bari jeung airna téh dikit. Kalau sumber airnya dari Ciulur, dari mata air (bukan mata air di perumahan),” ujarnya.

Warga juga masih harus membayar penggunaan air meski kondisi sumber air mengalami kekeringan.

“Biasanya kalau per bulan itu bayar (air) ada enam puluh. Kadang-kadang ada yang sok gening gitu. Abi seratus tilu lima sebulan kemarin,” pungkasnya.

Tag: