Agama

Pengurus PUI Sumedang Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Langsung Tancap Gas Rakerda

Sumedang – Pengurus Daerah (PD) Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Sumedang periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara yang digelar di Aula Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Sabtu (31/1/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran PUI di tengah masyarakat.

Kegiatan pelantikan mengusung tema “Menyongsong Masa Depan Memperkokoh Keimanan dan Menguatkan Persatuan Umat Islam”. Sejumlah kepengurusan dari berbagai badan otonom PUI turut dilantik dalam kesempatan tersebut.

Ketua Pelaksana kegiatan, Risman Syam, mengatakan pelantikan kali ini mencakup kepengurusan PUI di berbagai lini organisasi.

“Hari ini dilaksanakan pelantikan pengurus PD PUI, PD Wanita PUI, PD Pemuda PUI, serta PD Shofia Cahaya Bangsa PUI Kabupaten Sumedang periode 2025–2030,” kata Risman kepada wartawan.

Baca Juga :  Warung Sawargi: Menikmati Surabi dan Pemandangan Sawah di Batu Gara

Menurut Risman, usai pelantikan, seluruh pengurus langsung mengikuti rapat kerja daerah (Rakerda) sebagai langkah awal menjalankan roda organisasi.

“Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja daerah untuk membahas program kerja lima tahun ke depan,” ujarnya.

Pelantikan pengurus ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV PUI Kabupaten Sumedang yang sebelumnya digelar pada Jumat (31/10/2025) di RM Ponyo Sumedang. Musda tersebut menjadi forum pengambilan keputusan strategis organisasi, termasuk penetapan kepengurusan baru.

Baca Juga :  Warung Sawargi: Menikmati Surabi dan Pemandangan Sawah di Batu Gara

Sementara itu, Ketua PD PUI Kabupaten Sumedang, Ade Rucita Hudaya, menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan dakwah para pendiri PUI sebagai fondasi gerak organisasi ke depan.

“Sebagai kader dakwah, kita harus meneruskan perjuangan para pendiri PUI. Di Majalengka ada KH Abdul Halim, di Sukabumi ada KH Ahmad Sanusi. Ini adalah sejarah dan nilai perjuangan yang harus kita lanjutkan,” tutur Ade.

Ia menekankan bahwa perjuangan PUI harus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang moderat dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita harus meneruskan perjuangan Islam yang wasathiah, ajaran Islam yang bisa diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Warung Sawargi: Menikmati Surabi dan Pemandangan Sawah di Batu Gara

Ade juga menyinggung kiprah kader PUI di tingkat nasional, salah satunya Ahmad Heryawan.

“Kader terbaik kita, Kang Aher, Ahmad Heryawan, telah berhasil menjadi Gubernur Jawa Barat selama dua periode, 2008–2018. Ini menjadi bukti bahwa kader PUI mampu berkontribusi nyata,” katanya.

Melalui kepengurusan baru ini, Ade berharap PUI Sumedang dapat kembali bangkit dan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.

“Kita bangkitkan kembali PUI untuk memenuhi kebutuhan umat, baik dari sisi ibadah maupun kemanusiaan, agar PUI bisa terus menyebar dan memberi manfaat di Sumedang, Jawa Barat, hingga Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button