SUMEDANG — Pemuda asal Sumedang, Muhamad Januar Assidiq, menyoroti persoalan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar di Jawa Barat. Ia menyampaikan hasil pengamatan lapangan sekaligus gagasan solusi agar penanganan ODGJ dilakukan secara lebih terpadu dan berkelanjutan.
Januar melakukan pengamatan dan penelitian secara mandiri terhadap persoalan ODGJ terlantar di sejumlah kondisi yang ditemuinya di lapangan. Temuan tersebut kemudian ia rangkum dalam sebuah dokumen yang siap disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui audiensi.
“Saya ingin menyampaikan hasil temuan di lapangan terkait permasalahan ODGJ terlantar di Jawa Barat, sekaligus membawa gagasan solusi kepada pemerintah,” kata Januar dalam video narasi yang dibuatnya, Rabu (9/9/2026).
Januar menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menyampaikan kritik. Ia berharap pemerintah dapat melihat persoalan ODGJ secara lebih menyeluruh, termasuk mencari solusi yang menyentuh akar masalah.
Saat ini, Januar bukan mahasiswa. Ia baru lulus SMA dan melakukan pengamatan tersebut secara mandiri. Selain itu, ia terlibat dalam bidang media dan publikasi di Panti Disabilitas Mental Barokah Bhakti.
Keterlibatan tersebut membuat Januar cukup sering melihat dan mendampingi persoalan ODGJ secara langsung, termasuk proses pencarian keluarga hingga pemulangan.
Ia menyatakan telah menyiapkan dokumen berisi hasil temuan dan gagasan solusi. Dokumen itu akan disampaikan kepada pemerintah Jawa Barat apabila dirinya mendapat kesempatan untuk melakukan audiensi.









