BPJS Ketenagakerjaan Launching KKBC Masuk Desa di Tanjungsari Sumedang
Dalam rangka launching program Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC) Masuk Desa yang merupakan Gerakan Nasional BPJS Ketenagakerjaan. Kabupaten Sumedang terpilih sebagai Kabupaten Percontohan di Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (6/7) di Balai Desa Tanjungsari.
Kegiatan yang dilaksanakan secara live melalui akun YouTube BPJS Ketenagakerjaan ini juga di isi banyak hiburan menarik
serta hadiah voucher belanja untuk masyarakat yang mendaftar BPJS Ketenagakerjaan dilokasi kegiatan.
Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan, Romie Erfianto, menjelaskan, sesuai Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS Ketenagakerjaan memiliki Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian dan juga yang terbaru Jaminan kehilangan pekerjaan.
“BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan Transformasi dari program Jamsostek, bisa mengcover pekerja formal dan juga informal, termasuk pelaku UMKM,” kata Romie.
Desa Tanjungsari, lanjut Romie, menjadi desa pertama bebas cemas yang merupakan pilot project di Provinsi Jawa Barat.
Masih di tempat yang sama, Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan, menyebutkan, ada 80% masyarakat di Kabupaten Sumedang adalah para petani. Untuk itu ieu berharap, para petani yang merupakan para pekerja informal bisa terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami ingin warga kami terlindungi, jadi mereka bekerja tenang, bebas cemas,” kata Erwan.
Selain itu juga, kata Erwan, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu daerah penyumbang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Jawa Barat. Untuk itu ia menargetkan, 50% lebih dananya digunakan untuk kesejahteraan para petani.
“Saya harap 50% DBHCHT untuk kesejahteraan para petani, salah satunya untuk alokasi jaminan Kesehatan dan juga Ketenagakerjaan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, minimum iuran BPJS Ketenagakerjaan saat ini senilai Rp16.800, sudah dapat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.







