Menkraf Luncurkan Piloting Aktivasi Sumedang Creative Center: Saatnya Ekraf Sumedang Go Digital
Sumedang – Kekuatan budaya dan sejarah yang dimiliki daerah Kabupaten Sumedang, itu merupakan modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga membuka lapangan kerja baru.
Hal itu disampaikan Teuku Riefky Harsya, selaku mentri ekonomi kreatif RI, saat melakukan kunjungan kerjanya ke Sumedang, tepatnya usai Ia memberikan pemaparan kepada para peserta pelatihan Ekraf di Sumedang Creative Center (SCC), Selasa (4/8/2026).
Sejak pagi, ia bersama jajaran telah mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah seperti makam pahlawan nasional Cut Nyak Dien, Keraton Sumedang Larang, hingga museum. Puncaknya, Menkraf dan rombongan menyambangi SCC untuk meresmikan tahap awal pengaktifan pusat kreatif.
“Di sini hari ini kami secara resmi melakukan piloting Aktivasi Sumedang Creative Center. Intinya satu pesan saya: Saatnya Ekraf Sumedang Go Digital,” tegas Teuku Riefky kepada Tahu Ekspres di halaman SCC.
Sebagai langkah awal dari aktivasi tersebut, Kemenkraf menggelar pelatihan digital yang dibantu praktisi Bung Deriansyah dan didukung penuh oleh Wakil Bupati Sumedang. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian program yang akan menjadikan SSC sebagai pusat inkubasi, pembelajaran, dan pengembangan kapasitas pelaku ekraf lokal dalam memanfaatkan teknologi.
Menteri yang akrab disapa Riefky itu menyoroti antusiasme peserta pelatihan yang luar biasa, mulai dari generasi milenial, Gen Z, hingga kalangan ibu-ibu. Bahkan para peserta meminta agar kegiatan serupa diperpanjang durasinya dan digelar kembali secara berkelanjutan.
“Tadi kami lihat semangatnya luar biasa, bahkan ibu-ibu semangatnya melebihi milenial. Mereka minta durasi pelatihan ditambah dan kegiatan dibikin lagi. Kami sudah bicara dengan Wakil Bupati, akan kami susun kegiatan selanjutnya yang lebih tepat sasaran, sesuai subsektor yang berpotensi menyumbang PDB dan buka lapangan kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut Riefky menjelaskan, keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif diukur dari empat indikator utama. Yakni, investasi, ekspor, tenaga kerja berkualitas, serta kontribusi terhadap Produk Domestrik Bruto (PDB) dan atau Produk Domestik Regional Beuto.
Sumedang, kata Riefky, memenuhi syarat utama daerah yang ekrafnya bisa tumbuh pesat.
“Ciri daerah ekraf berkembang pesat itu budaya dan sejarahnya kuat. Nah Sumedang punya itu semua. Tinggal bagaimana kita hilirisasi lewat cerita yang menarik, inovasi, teknologi, peningkatan kualitas, hingga pendampingan akses pasar, pendanaan, dan pendaftaran kekayaan intelektual,” terangnya.
Pihaknya berencana duduk bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam waktu dekat untuk menetapkan langkah prioritas pengembangan ekraf yang akan dijalankan pada semester kedua tahun ini. Program piloting di SSC nantinya akan dievaluasi dan diperluas cakupannya sesuai kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
“Ini potensi nyata yang harus kita dukung bersama. Kita pastikan langkah-langkah yang diambil tepat guna, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Sumedang dan produk-produk kreatif daerah ini bisa menembus pasar nasional bahkan internasional lewat sentuhan digital,” Pungkas Riefky.







