Beranda / Bisnis / Kolaborasi TPAKD dan HIPMI Sumedang untuk Tingkatkan Investasi Masyarakat di Pasar Modal

Kolaborasi TPAKD dan HIPMI Sumedang untuk Tingkatkan Investasi Masyarakat di Pasar Modal

Sumedang — Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) berkolaborasi dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Sumedang menggelar Sekolah Pasar Modal 2026 di Aula Tampomas, Gedung Sekretariat Daerah, Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta yang berasal dari HIPMI, Forum UMKM, anggota Dekranasda dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperkenalkan pasar modal sebagai salah satu alternatif investasi dan pendanaan bagi masyarakat, khususnya pengusaha muda dan pelaku UMKM.

Sekretaris TPAKD Sumedang Mulyani Toyibah mengatakan Sekolah Pasar Modal menjadi wadah bagi peserta untuk memahami cara memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif investasi.

“Sekolah Pasar Modal itu kegiatan yang isinya belajar bersama bagaimana memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu bentuk alternatif dari investasi,” kata Mulyani.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Sumedang meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan.

“Harapannya akan banyak masyarakat yang memahami pasar modal, khususnya para pengusaha muda dan pengusaha UMKM. Jadi mereka bisa memilih salah satu alternatif untuk pembiayaan modalnya melalui investasi di pasar modal,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, OJK Tasikmalaya memberikan materi edukasi mengenai pengawasan pasar modal, kecerdasan keuangan, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Materi disampaikan Asisten Direktur OJK Tasikmalaya Suharna.

Sementara itu, Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara menyampaikan materi mengenai alternatif investasi dan pendanaan di pasar modal, termasuk konsep dasar investasi, produk pasar modal, dan mekanisme perdagangan saham.

Mulyani menambahkan, Sekolah Pasar Modal akan dilanjutkan dengan sesi praktik. Peserta nantinya akan mempelajari penggunaan rekening untuk melakukan transaksi di pasar modal.

“Karena hari ini masih permulaan, nanti akan ada sesi berikutnya untuk praktik dan belajar bagaimana menggunakan rekening untuk transaksi di pasar modal,” katanya.

Ketua BPC HIPMI Sumedang Rafika Adnur mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dan mendorong semakin banyak pengusaha muda memahami investasi.

“Semoga kolaborasi antara Pemkab Sumedang, OJK, BEI, KISI, HIPMI, Forum UMKM, Dekranasda, dan berbagai asosiasi pengusaha ini dapat terus berlanjut dan melahirkan semakin banyak pengusaha muda Sumedang yang melek investasi dan semakin kuat secara finansial,” kata Rafika.

Tag: