Sumedang — Kolaborasi antara mahasiswa dan kepolisian di Sumedang terlihat dalam penanaman 500 bibit ubi cilembu yang digelar Polres Sumedang bersama Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumedang di lahan Perum Pondok Maulana, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Penanaman dilakukan di lahan sekitar 200 meter persegi. Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran kepolisian dan pengurus PMII Kabupaten Sumedang.
Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H. Ayi Subhan Hafas, Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas, serta Kasat Lantas Polres Sumedang AKP Agus Sukaedi.
AKBP Sandityo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendorong pemanfaatan lahan produktif di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan produktif serta memperkuat sinergi antara Polri dan elemen masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pertanian diharapkan bisa memperluas dukungan terhadap sektor pangan lokal, termasuk pengembangan komoditas khas daerah seperti ubi cilembu.
Ketua Umum PC PMII Kabupaten Sumedang, Muchammad Miqdad, menilai ubi cilembu sebagai komoditas yang relatif mudah dibudidayakan oleh kalangan mahasiswa.
“Ubi Cilembu menurut saya menjadi pilihan yang cocok, untuk belajar bertani dan bercocok tanam bagi mahasiswa. Selain modalnya yg murah, perawatannya juga mudah. Semoga kedepannya PMII bisa menjadi wadah, tumbuhnya petani-petani milenial, khusunya bertani Ubi Cilembu,” kata Miqdad saat diwawancarai Tahu Ekspres.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas dukungan yang diberikan dalam kegiatan tersebut.
“Terimkasih Pak Kapolres sudah mensupprort PMII Sumedang, sudah menghibahkan bibit dan pupuk untuk penanaman percobaan ini,” ujarnya.
Kegiatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi awal pengembangan pertanian berbasis komunitas sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pangan lokal.










