PendidikanSumedang

Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Kesetaraan, PKBM Tarbiyatul Ummah Lakukan Penguatan Kapasitas Tutor di Sumedang

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tarbiyatul Ummah di Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Tutor tahun 2023 dengan tema, Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Kesetaraan di Cafe Saputri Culture Black Yard (SCBD) Sumedang Jawa Barat (Jabar), Selasa (21/3/2023).

Ketua PKBM Tarbiyatul Ummah sekaligus Ketua Panitia pelaksana, Nyai Sumiati, SPd menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para tutor atau guru-guru nonformal karena kebanyakan para tutor adalah guru-guru formal.

“Peserta terdiri dari 20 orang tutor PKBM Tarbiyatul Ummah dengan biaya kegiatan bersumber dari dana operasional pendidikan kesetaraan,” ucapnya.

Menurut Nyai, selain untuk meningkatkan kapasitas tutor kegiatan itu juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara tutor kesetaraan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang terutama Bidang Pendidikan Nor Formal paparnya.

Baca Juga :  Ini Peristiwa yang Terjadi Sebelum Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Tengah Jalan Ganeas

Di kesemparan itu, Nono Sutisna yang menjabat sebagai Penilik Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kecamatan Ganeas Sumedang menyampaikan, bahwa pentingnya pendidikan kesetaraan atau Pendidikan nonformal adalah untuk meningkatkan rata-rata sekolah khususnya masyarakat yang putus sekolah.

Sedangkan Narasumber ke-2, Elis Suprihatin H, M.Pd Selalu Kasie Kurikulum kesiswaan PAUD Dikmas Disdik Sumedang menjelaskan terkait pendidikan luar sekolah atau pendidikan non formal didalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2023 tentang Pendidikan Formal.

“Pendidikan nonformal dulu istilahnya pendidikan masyarakat atau kesetaraan, ada Keaksaraan Fungsional KF, majlis taklim, kursus, paket A, paket B, Paket C, Kelompok bermain (kober), Taman Asuh Anak Muslim, pos PAUD, TPA, MDA dan masih banyak lagi yang lainya,” ujar Elis.

Baca Juga :  Terungkap Identitas Mayat Pria Tergeletak di Tengah Jalan Ganeas

Menurut Elis, pendidikan nonformal merupakan pengganti, penambah dan pelengkap sebagai pengganti setara dengan pendidikan formal.

“Jadi, pendidikan nonformal sangat penting untuk mempengaruhi aspek sosial dari mulai ilmu pengetahuan hingga ekonomi masyarakat. Bahkan, tidak ada pembatasan usia. Berbeda dengan pendidikan formal usianya harus produktif. Terakhir, jangan putus asa mengajar di non formal,” tukas Elis.

Di kesempatan itu, nara sumber ke-3, Ade Sugiana yang juga Ketua Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (FTPKN) Kabupaten Sumedang mengatakan, pendidikan itu merupakan investasi jangka panjang bagi manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari individu itu sendiri sejauh mana individu tersebut bermanfaat di lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  Serpihan ini Menjadi Kunci Terungkapnya Kasus Pria Tewas Tergeletak di Tengah Jalan Ganeas

“Salah satu program dari pendidikan nonformal yaitu program pendidikan kesetaraan. Pendidiikan kesetaraan ini ditunjukan bagi seluruh masyarakat yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah atau pendidikan formal. Dimana, berbagai faktor yang mempengaruhinya diantaranya putus sekolah, status ekonomi keluarga, faktor geografis, D.O (Drop Out), bahkan untuk kebutuhan kerja dan lain sebagainya,” ucap Ade. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button