Sumedang – Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang untuk menggelar tes urine terhadap lebih dari 350 relawan dan pegawai dari tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan dilaksanakan dalam satu hari di tiga kecamatan, yakni Tanjungsari, Pamulihan, dan Sumedang UtaraUtara pada Sabtu (6/6/2026).
Ketua Koperasi Mitra Harmoni Mitra Sejahtera Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera, Muhammad Tedi Fazrin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah deteksi dini penyalahgunaan obat-obatan terlarang bagi relawan yang tersebar di tujuh dapur MBG di bawah naungan yayasan.
“Untuk kegiatan deteksi dini dalam hal penyalahgunaan obat-obatan terlarang bagi relawan SPPG mungkin di yayasan kami Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera tersebar di tujuh dapur, tujuh SPPG di tiga titik lokasi kegiatan, yang pertama ada di lokasi SPPG Kutamandiri 2 Kecamatan Tanjungsari, yang kedua ada di SPPG Cigendel 2 Kecamatan Pamulihan, yang ketiga ada di SPPG Mulyasari Kecamatan Sumedang Utara,” ujar Tedi.
Menurut Tedi, tes urine digelar untuk menjawab berbagai isu yang berkembang di masyarakat terkait relawan SPPG.
“Kami berinisiatif mengadakan kegiatan ini supaya menghindari isu-isu liar bahwa relawan-relawan SPPG yang tersebar di masing-masing SPPG khususnya di Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera itu bersifat negatif. Nah, mungkin dengan kegiatan ini dibuktikan dengan hasil tes sampel urine daripada eh relawan mudah-mudahan ini bisa membuktikan dan juga bisa menjawab bahwa isu-isu liar atau tanggapan-tanggapan liar daripada masyarakat luas terhadap SPPG itu bisa terbantahkan,” katanya.
Ia menilai Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat bagi banyak pihak, mulai dari yayasan, relawan, penerima manfaat hingga masyarakat sekitar yang menjadi pemasok bahan baku.
“Karena memang Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis ini menurut kami ini sangat, sangat luar biasa dan sangat-sangat membawa hikmah, membawa keberkahan bagi kita semua, yang pertama mungkin dari kami pihak yayasan, yang kedua dari pihak relawan, yang ketiga mungkin dari pihak penerima manfaat dan masyarakat sekitar yang menjadi supplier bahan baku,” ujarnya.
Tedi menegaskan tidak akan ada toleransi apabila ditemukan relawan yang terbukti menyalahgunakan narkoba.
“Untuk konsekuensinya kalau misalkan nanti hasil tes urine daripada kegiatan ini (ada yang positif narkoba), kita tidak akan ada tawar-menawar bahwa ketika ada relawan kami yang tes urine-nya itu positif mengarah terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kita akan proses sesuai dengan prosedur yang berlaku, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kasubag Umum BNNK Sumedang, R. Achmad Suhud, mengatakan pelaksanaan tes urine tersebut sejalan dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintah.
“Kenapa ini (tes urine) dilaksanakan, BNN di Asta cita poin 7 ada Terkait narkoba, kita bergandeng program jadi sama-sama satu visi dengan program MBG,” kata Suhud.
Ia menegaskan, peserta yang terbukti positif narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Konsekuensinya jika ada yang positif (narkoba) kita akan lakukan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Suhud, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pengelola program MBG terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Ya sebagai langkah antisipasi supaya betul-betul ini terjaga dengan semurni-murninya para pengelola jauh dari atau terhindar dari penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.
Korwil SPPG Kabupaten Sumedang, Mega Gipar Barani, menyambut positif pelaksanaan tes urine terhadap relawan di bawah naungan Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera. Menurutnya, langkah serupa perlu diterapkan di seluruh SPPG di Kabupaten Sumedang.
“Langkah deteksi dini pengetesan tes urin, terkhusus disini dilaksanakan di tujuh SPPG ya dibawah naungan Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera, nah, upaya ini sangat positif dan harus dilakukan oleh seluruh SPPG di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Mega mengatakan tes urine penting dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalisir adanya relawan yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang karena dapat memengaruhi keberlangsungan program MBG.
“Tujuannya buat apa? supaya mengantisipasi, meminimalisir ya, relawan-relawan yang memang terkena indikasi penggunaan obat-obat terlarang yang dimana memang sangat berpengaruh ke dalam keberlangsungan program ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan saat ini baru menyasar tujuh SPPG. Ke depan, tes urine akan dijadwalkan secara berkala untuk seluruh SPPG di Kabupaten Sumedang.
“Untuk jadwal per hari ini memang hanya tujuh SPPG, tetapi nanti kedepannya akan dijadwalkan secara berkala untuk seluruh SPPG di Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.
