Sumedang – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengimbau para perusahaan angkutan dan pemilik kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, agar tidak melintasi kawasan pendidikan Jatinangor. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pendidikan tersebut.
Imbauan itu disampaikan Dony sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan dosen yang selama ini mengeluhkan padatnya lalu lintas kendaraan besar di kawasan Jatinangor.
“Berdasarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan para dosen, kami mengimbau kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak melewati kawasan pendidikan Jatinangor. Hal ini demi menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan yang aktivitas pendidikannya sangat padat,” ujar Dony saat diwawancara, Rabu (17/6/2026).
Menurut Dony, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menyampaikan imbauan kepada seluruh pengusaha angkutan dan pemilik kendaraan berat agar memanfaatkan akses Jalan Tol Cisumdawu yang kini telah tersedia sebagai jalur alternatif.
Ia menjelaskan, kendaraan besar yang datang dari arah Bandung menuju Sumedang maupun Cirebon diharapkan masuk melalui Gerbang Tol Cileunyi dan melanjutkan perjalanan melalui Tol Cisumdawu tanpa melewati kawasan Jatinangor. Sementara kendaraan dari arah Sumedang menuju Bandung dapat masuk melalui Gerbang Tol Pamulihan menuju Cileunyi.
“Kami berharap para pengusaha dan pengemudi kendaraan besar dapat memanfaatkan tol. Dengan masuk dari Cileunyi atau Pamulihan, biaya tol yang dikeluarkan tidak terlalu memberatkan, namun manfaatnya sangat besar untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan masyarakat di Jatinangor,” katanya.
Dony menilai penggunaan Tol Cisumdawu oleh kendaraan berat dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pendidikan Jatinangor. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai mampu mengurangi beban lalu lintas pada sejumlah titik yang selama ini rawan kemacetan.
Menurutnya, kendaraan besar yang beralih menggunakan jalan tol juga dapat menghindari sejumlah jalur padat, termasuk kawasan Cadas Pangeran yang kerap menjadi titik perlambatan arus kendaraan.
“Harapan kami, kendaraan besar bisa beralih menggunakan tol sehingga masyarakat dapat menikmati kondisi lalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan lancar, baik di kawasan Jatinangor maupun jalur menuju Sumedang,” pungkasnya.









