Cuaca

Bencana Hidrometeorologi di Jabar, Waspada Cuaca Buruk Hingga Februari 2024

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di berbagai wilayah yang terus diperbaharui secara berkala menyesuaikan kondisi dinamika atmosfer. Hal tersebut termasuk wilayah Provinsi Jawa Barat yang mengalami bencana hidrometeorologi beberapa dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan sejumlah wilayah di Jabar dilanda bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem pada 11 Januari 2024. Andri mencontohkan beberapa daerah yang mengalaminya, yakni hujan dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di Pegaden Barat Kabupaten Subang, tanah longsor di Kecamatan Coblong Kota Bandung dan Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang dan Bungbulang Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Optimalkan Layanan Informasi Publik, BPBD Sumedang Manfaatkan Fasilitas Medsos

Dikatakan Andri, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada tanggal 14-17 berpotensi terjadi di sebagian Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kep.Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Baca Juga :  Optimalkan Layanan Informasi Publik, BPBD Sumedang Manfaatkan Fasilitas Medsos

“Kepada masyarakat di daerah tersebut kami himbau untuk senantiasa waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang,” jelas Andri dalam keterangan Resmi di laman BMKG.

Baca Juga :  Optimalkan Layanan Informasi Publik, BPBD Sumedang Manfaatkan Fasilitas Medsos

Andri pun memberikan gambaran atau ciri cuaca ekstrem yang bisa dilihat oleh masyarakat.”Biasanya situasi ini dicirikan dengan kondisi panas terik antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB yang selanjutnya ditandai dengan munculnya awan cumulonimbus yang berwarna gelap, tebal, dan berbentuk seperti kembang kol,” tandanya.

Adapun BMKG dalam laman resminya mengingatkan Cuaca ekstrem masih mengancam sebagian besar wilayah Indonesia hingga Februari 2024 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button