
Sumedang – Di tengah derasnya arus modernisasi, seorang pemuda asal Kabupaten Sumedang memilih menekuni dunia peternakan sekaligus melestarikan seni ketangkasan Domba Garut. Dia adalah Irlan Apriyanda Ridwan (24), pemilik Padepokan Alir Jaya Putra di Dusun Cileuksa, Kecamatan Paseh.
Bagi Irlan, seni ketangkasan Domba Garut bukan sekadar hobi maupun ajang perlombaan. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat Sunda sehingga harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Kesenian ketangkasan Domba Garut adalah warisan dari leluhur kita. Sebagai generasi muda, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkannya agar tetap hidup dan terus dikenal di era sekarang,” ujar Irlan kepada Tahu Ekspres, Rabu (22/7/2026).
Melalui Padepokan Alir Jaya Putra, Irlan memiliki cita-cita untuk mengembangkan sektor peternakan Domba Garut di Kabupaten Sumedang. Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya anak muda, yang tertarik menjadi peternak sekaligus ikut melestarikan budaya.
Menurutnya, bertambahnya jumlah peternak akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain menjaga budaya, peternakan Domba Garut juga dinilai mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi keluarga.
“Harapan saya ke depan adalah bisa ikut meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengangkat para peternak yang ada di Kabupaten Sumedang agar lebih sejahtera. Saya ingin peternak memiliki nilai ekonomi yang lebih baik, semakin berkembang, dan mendapat perhatian yang layak. Dengan begitu, peternakan Domba Garut tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Irlan juga ingin membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi penerus dalam dunia peternakan dan pelestarian budaya. Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang untuk berkarya dan melanjutkan perjuangan para pendahulu.
“Saya ingin membuktikan bahwa yang muda juga bisa menjadi regenerasi. Kita harus berani melanjutkan perjuangan leluhur, menjaga budaya, mengembangkan peternakan, dan membawa Domba Garut semakin maju. Jangan sampai budaya kita hilang hanya karena tidak ada generasi yang mau meneruskannya,” ungkapnya.
Selain aktif sebagai peternak, Irlan kini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua PAC HPDKI Kecamatan Paseh. Amanah tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus berkontribusi membina para peternak serta memperkuat solidaritas di kalangan peternak Domba Garut. Sementara itu, kepengurusan DPC HPDKI Kabupaten Sumedang saat ini dipimpin oleh Jajang Suryana.
Menurut Irlan, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus mengajak anak muda agar tidak ragu terjun ke dunia peternakan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Semoga dengan hadirnya anak-anak muda di organisasi maupun di dunia peternakan, kita bisa bersama-sama memajukan peternakan Domba Garut, meningkatkan kesejahteraan para peternak, mengangkat perekonomian masyarakat, serta menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Di usianya yang masih 24 tahun, Irlan berharap semakin banyak pemuda Sumedang maupun dari berbagai daerah di Indonesia yang mencintai dunia peternakan dan seni ketangkasan Domba Garut. Menurutnya, masa depan budaya dan peternakan berada di tangan generasi muda yang memiliki semangat untuk terus berkarya.
“Mari bersama-sama menjaga budaya, melestarikan warisan leluhur, dan membangun peternakan yang lebih maju. Semoga semakin banyak anak muda yang bangga menjadi peternak, sehingga peternakan Domba Garut mampu mengangkat perekonomian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan para peternak, dan menjadikan Sumedang sebagai salah satu daerah yang terus melahirkan peternak-peternak muda yang berkualitas,” pungkasnya.







