PemerintahanSumedang

ASN Sumedang Diminta Kuasai AI untuk Tingkatkan Kinerja

Sumedang – Kemajuan teknologi digital yang pesat dan cepat harus diikuti dengan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penggunanya. Artificial Intelligence (AI) misalnya. Kini, hampir semua sektor banyak bergantung atau memanfaatkan teknologi yang dianggap mempermudah segalanya tersebut.

Di Sumedang Jawa Barat, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus siap hidup berdampingan dengan Artificial Intelligence (AI) dan mampu memanfaatkannya untuk menunjang pekerjaan.

Dalam Forum Satu Data dan Pelatihan Sumedang AI yang digelar sebagai bagian dari implementasi Satu Data untuk mewujudkan visi-misi “Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (1/12/2025), Bupati Sumedang meminta ASN lingkungan Pemkab Sumedang untuk menguasai AI.

Baca Juga :  Di Balik Pembangunan Sumedang, Ada Ibu dan Keluarga Sebagai Fondasi Terkuat

“Kita harus siap hidup berdampingan dengan AI. Walaupun peran manusia tidak tergantikan, tetapi kita harus menguasai AI,” tegasnya.

Bupati menekankan, AI menjadi instrumen penting dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan. “Kita harus tetap memaknai, memodifikasi, dan mewarnai AI. Itu menjadi referensi bagi kita. Saat ini sampai ke depan, kita harus berdampingan dengan AI,” katanya.

Baca Juga :  DPMPTSP Sumedang Fokus Peningkatan Pelayanan Publik

Bupati kembali menegaskan pentingnya penerapan logical framework dalam setiap program kegiatan untuk memastikan kontribusi nyata terhadap visi-misi Kabupaten Sumedang.

“Saya ingin semuanya betul-betul bisa melihat apa kontribusi kita untuk mewujudkan Sumedang Simpati. Hadirkan pentahelix dalam setiap program kebijakan kita sehingga mencapai ultimate goals yaitu Sumedang Simpati semakin maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga :  Wamenhut Puji Digitalisasi Sumedang: 'Contoh Integrasi Data untuk Kebijakan Tepat'

Selain itu, Bupati meminta setiap SKPD untuk aktif membuat konten informasi dari setiap kegiatan. Menurutnya, setiap aktivitas pemerintah harus memiliki cerita yang disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban.

“Saya minta yang punya DAK tolong laporkan perencanaan dan progresnya, dan buatkan kontennya untuk diinformasikan kepada publik sehingga publik tahu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button