Sumedang – Sekitar 63 warga Desa Marongge, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap nasi kotak hasil pembagian tradisi Jum’at Berkah di salah satu masjid setempat, Jumat (11/9/2026). Para korban dilarikan ke UPTD Puskesmas Rawat Inap Tomo untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus ini bermula saat warga yang hadir melaksanakan ibadah sholat Jumat menerima pembagian nasi kotak. Tak lama setelah dikonsumsi, sejumlah warga mulai mengeluhkan gejala serupa berupa pusing, mual, muntah, hingga mencret.
“Kebetulan saya sedang sholat Jumat di sana. Setelah selesai, dibagikan makanan dan saya ikut menerima lalu memakannya sekitar jam dua siang. Baru setengah jam kemudian, badan langsung terasa tidak enak dan muncul rasa mual,” ujar Yogi, salah satu korban.
Karmita, warga lain yang juga menjadi korban, menceritakan kondisinya saat ini masih beristirahat sambil mendapat penanganan cairan infus.
“Saya merasa mual dan muntah terus. Sekarang masih menunggu selesai infusan,” katanya.
Sejak pukul 18.00 WIB, Puskesmas Tomo mulai penuh oleh pasien, mulai dari anak-anak hingga warga lanjut usia. Tim medis langsung menanganinya dan melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi masing-masing korban.
Hingga tengah malam, tercatat sebanyak 11 orang sudah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah. Sisanya masih menjalani observasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumedang, Dikdik Sadikin, menyampaikan kondisi umum para pasien sudah membaik.
“Kita pantau terus sampai jam dua belas malam. Kalau tidak ada lagi warga yang datang dan kondisi pasien makin membaik, kemungkinan besar sisanya juga sudah bisa dipulangkan,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis keterangan resmi mengenai penyebab pasti peristiwa keracunan tersebut. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan pemeriksaan medis lebih lanjut.









