Sumedang — Komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendorong transformasi digital birokrasi mendapat pengakuan luas. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima penghargaan bergengsi sebagai “Tokoh Pelopor Digitalisasi Birokrasi” yang diserahkan oleh Kabar Group Indonesia (KGI), Jumat (11/9/2026).
Penyerahan penghargaan berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan 17 tahun berdirinya Kabar Group Indonesia dengan tema “17 Years of Trusted Transformation – Rooted in Journalism, Growing Beyond Media”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan IT Kabar Group Indonesia, S. Wiryawan.
Apresiasi ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai mampu mendorong perubahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data yang akurat. Dalam penilaiannya, Kabar Group Indonesia menyoroti kepemimpinan Dony Ahmad Munir yang telah membawa Kabupaten Sumedang membangun ekosistem pemerintahan digital yang menyatukan layanan publik, basis data, hingga sistem kerja birokrasi yang terintegrasi.
Kabar Group Indonesia juga menyoroti langkah maju yang diambil Sumedang pada tahun 2026, yang mulai mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence untuk membaca, mengolah, dan menganalisis data, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta mempercepat proses perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
Dalam pidato penerimaannya, Bupati Dony menegaskan bahwa transformasi digital tidak sekadar soal teknologi, melainkan dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara.
“Transformasi digital di Sumedang tidak berbicara hanya soal alat dan sistem. Perubahan harus dimulai dari cara berpikir dan budaya kerja kita. Sejak awal memimpin, saya sampaikan satu prinsip dasar: apabila kita selaku ASN mempermudah urusan rakyat, Tuhan akan mempermudah urusan hidup kita. Apabila kita selaku ASN mengatasi kesulitan rakyat, Tuhan akan mengatasi kesulitan hidup kita,” ujar Dony.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengubah pola pikir birokrasi dari budaya “dilayani” menjadi “melayani”, dari cara kerja manual menuju sistem digital, dari kebiasaan berjalan di tempat menjadi berinovasi, serta dari kerja sendiri-sendiri menjadi kerja sama terpadu.
“Kami mengubah ASN dari budaya dilayani menjadi melayani, dari budaya manual ke digital, dari budaya berjalan biasa menjadi inovatif, dan dari budaya bekerja sendiri menjadi terintegrasi,” tegasnya.
Salah satu bukti nyata transformasi ini adalah penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang membuat pelayanan publik menjadi lebih cepat, mudah, dan menyeluruh. Sebagai contoh, sejak tahun 2022, Sumedang telah menerapkan inovasi layanan administrasi kependudukan bagi bayi baru lahir.
“Setiap ibu yang melahirkan, satu jam kemudian dokumennya sudah masuk ke WhatsApp ibunya dalam bentuk berkas lengkap. Ada akta kelahiran anak, perubahan kartu keluarga, pembaruan NIK, hingga Kartu Identitas Anak. Jadi negara hadir menyambut warga negara yang baru lahir, dan semua itu berjalan dalam satu sistem yang terpadu,” jelasnya.
Bupati Dony berharap penghargaan ini bukan sekadar piala semata, melainkan dorongan agar seluruh jajaran pemerintah daerah semakin berinovasi dan bekerja lebih baik lagi bagi masyarakat. Ia pun mengundang pihak Kabar Group Indonesia untuk berkunjung langsung ke Sumedang guna melihat berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.









