PemerintahanPeristiwaSumedang

KSP Dudung Tanggapi Viral Video Latsarmil Calon Manajer Kopdes Nenteng Senjata

Sumedang – Video peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang menenteng senjata viral di media sosial. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyebut kegiatan itu bagian dari pendidikan dasar kemiliteran.

Dalam video yang beredar, para calon manajer Kopdes terlihat mengikuti Latsarmil sambil membawa senjata dalam posisi siap tempur. Video tersebut memicu beragam tanggapan publik.

Menanggapi hal itu, Dudung mengatakan materi yang diperagakan merupakan bagian dari pendidikan dasar militer. “Pendidikan militer itu rata-rata seperti itu, pendidikan dasar kemiliteran,” kata Dudung, Selasa (30/6/2026)

Ia mencontohkan pengalamannya saat lulus SMA dan masuk Akademi Militer. “Waktu saya lulus SMA masuk Akademi Militer, dasar kemiliterannya itu seperti itu,” ujarnya.

Dudung menjelaskan, latihan tersebut berkaitan dengan sistem pertahanan rakyat semesta yang dianut Indonesia. Sistem itu terdiri dari komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.

“Komponen pendukung itu salah satunya adalah rakyat. Kalau di luar negeri itu kan ada wajib bela negara, ada wajib militer, kalau di kita tidak,” katanya.

Menurutnya, pengenalan dasar kemiliteran bertujuan membekali masyarakat dengan kemampuan dasar. “Suatu ketika nanti kita perang, rakyat dilibatkan, dia sudah terampil. Minimalnya seperti itu,” ucap Dudung.

Ia menegaskan materi Latsarmil untuk calon manajer Kopdes bukan untuk tempur. “Tidak kemudian akhirnya bagaimana mengatasi hambatan, mengatasi musuh, mengejar musuh, tidak. itu khusus militer. Kalau ini pengenalan,” katanya.

Dudung menambahkan, negara lain seperti Singapura, Amerika, Korea, dan Jepang mewajibkan bela negara atau militer. Di Indonesia, pengenalan awal melalui latihan dasar dinilai cukup untuk kesiapsiagaan pertahanan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800