Ratusan Pelajar Padati Longser “Aya Naon di Parakanmuncang”, Teater Wani Angkat Sejarah Lokal
SUMEDANG – Teater Wani sukses menggelar pertunjukan longser bertajuk “Aya Naon di Parakanmuncang” di Aula Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (14/2/2026). Pementasan ini menarik perhatian lebih dari 100 penonton yang hadir dalam tiga sesi pertunjukan.
Mayoritas penonton berasal dari kalangan pelajar serta komunitas teater. Antusiasme mereka terlihat sejak sesi pertama hingga sesi terakhir yang digelar pada hari yang sama.

Ketua Teater Wani, Andri, mengatakan pementasan tersebut bertujuan mengenalkan kembali sejarah Parakanmuncang kepada generasi muda. Ia menilai banyak anak muda yang belum mengetahui peran penting wilayah tersebut di masa lalu.
“Tujuan kami menampilkan pertunjukan ini yang pertama untuk mengenalkan sejarah Parakanmuncang. Dulu Parakanmuncang tercatat pernah menjadi kabupaten. Anak-anak sekarang banyak yang tidak tahu Parakanmuncang itu sebesar apa dulu,” ujar Andri
Ia menambahkan, pertunjukan longser ini juga menjadi sarana pembelajaran karena memuat pesan-pesan kritis yang dikemas dalam bentuk sindiran sosial.
“Di dalam pementasan ada bentuk sindiran juga. Jadi bukan hanya hiburan, tapi ada nilai edukasinya,” katanya.
Menurut Andri, respons penonton cukup positif. Rasa penasaran terhadap sejarah lokal menjadi salah satu faktor tingginya minat pelajar untuk menonton.
“Alhamdulillah, ternyata pelajar khususnya di Cimanggung dan juga dari luar daerah penasaran dengan cerita ini karena mengangkat sejarah Parakanmuncang. Selain pelajar, ada juga orang tua yang ikut menonton dan mendukung pementasan ini,” ucapnya.
Pertunjukan longser ini menjadi bagian dari upaya pelestarian seni tradisional sekaligus penguatan literasi sejarah lokal di kalangan generasi muda. Teater Wani berharap pementasan serupa dapat terus digelar agar seni budaya daerah tetap hidup dan dikenal luas masyarakat.







