PemerintahanSosialSumedang

30.000 Pohon Ditanam Serentak di Sumedang, Bupati Dony: Gerakan Selanjutnya Adalah Memelihara

Sumedang – Sebanyak 30.000 pohon ditanam serentak di seluruh wilayah Sumedang pada Jumat pagi (12/12/2025). Penanaman tersebut merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Sumedang yang bertajuk “Planting Sumedang’s Future” (Menanam Masa Depan Sumedang), sebagai upaya mengurangi resiko bencana hidro meteorologi.

Di titik seremonial yang berlokasi di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor tepatnya di area bekas tambang proyek tol Padaleunyi, penanaman dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Forkopimda serta dinas dan pihak terkait.

Baca Juga :  ASN Sumedang Diminta Kuasai AI untuk Tingkatkan Kinerja

Bupati Dony mengatakan, pihaknya tidak ingin penanaman pohon ini semata-mata seremonial, Ia ingin ada kegiatan merawat tanaman yang ditanam pada hari ini dalam waktu beberapa bulan kedepan.

“Selama ini saya rasakan bahwa semangat menanam belum sebanding dengan semangat merawat. Karena itu, ke depan mungkin beberapa bulan lagi kita akan mengadakan kegiatan merawat bersama,” Ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, Bupati Sumedang: Momentum Kepedulian dan Kesadaran

Bupati menegaskan, gerakan yang harus dilakukan selanjutnya adalah memelihara hingga pohon-pohon yang ditanam benar-benar tumbuh.

“memperkuat tanaman, atau mengatasi hama jika ada. Gerakan selanjutnya adalah memelihara, sampai benar-benar selesai,” Tegasnya.

Baca Juga :  Akhirnya! 5.408 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumedang Terima SK

Di lereng kaki gunung geulis ini, lanjut Dony, berbagai pihak berkumpul bersama-sama dalam rangka membentuk kawasan yang lebih hijau.

“Kegiatan ini akan dicatat, Penanaman yang kuat dan keras, yang bisa menghasilkan oksigen, air, mikroorganisme, dan sebagainya. Saya harap kegiatan ini terus berlanjut, khususnya dalam hal perawatannya,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button