PemerintahanSosial

Wakil Ketua DPRD Sumedang Tekankan Pentingnya Pengawasan di Lokasi Pasca Longsor Cadas Pangeran

Sumedang – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Gerindra, Ruli Aditya, menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan penanganan di lokasi rawan longsor, khususnya di kawasan Cadas Pangeran.

Ruli mengatakan pihaknya akan kembali mengimbau serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang untuk memastikan adanya petugas di lokasi kejadian.

“Nanti akan kita himbau ulang dan kita koordinasikan dengan BPBD untuk memastikan bahwa di TKP longsor ada petugas,” kata Ruli saat diwawancarai awak media pada acara Gerakan Menanam Pohon di Gunung Geulis Jatinangor, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga :  BPBD Gercep Tangani Longsor yang Menutup Jalan Cadas Pangeran Sumedang, Lalu Lintas Sempat Terganggu

Ia menyebut penanganan longsor yang terjadi sebelumnya telah berjalan dengan baik berkat gerak cepat BPBD Sumedang. Ke depan, menurutnya, diperlukan penanganan khusus di wilayah Cadas Pangeran.

“Kemarin terkait longsor yang terjadi juga, alhamdulillah BPBD Sumedang dengan gerakan cepatnya bisa menanggulangi dan ditangani dengan baik, ke depannya mungkin Cadas Pangeran akan ada penanganan khusus,” ujarnya.

Baca Juga :  Gerindra Sumedang Gelar Gerakan Penanaman Pohon di Gunung Geulis Jatinangor, Dorong Kelestarian Hutan Berkelanjutan

Selain itu, Ruli menyoroti persoalan sumber mata air dan saluran air yang dinilai belum terpusat dan perlu dibenahi secara bersama-sama karena berpotensi memicu longsor.

“Terkait sumber mata air, kalau kita lihat di atasnya juga banyak saluran-saluran air yang tidak terpusat, inilah yang harus kita perbaiki bersama, insya Allah tahun depan juga, kemarin dari DPRD kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memperbaiki wilayah irigasi-irigasi yang ada di Sumedang,” jelasnya.

Baca Juga :  Gerindra Sumedang Gelar Gerakan Penanaman Pohon di Gunung Geulis Jatinangor, Dorong Kelestarian Hutan Berkelanjutan

Terkait pengawasan, Ruli menambahkan bahwa keberadaan petugas pantau telah dibahas dalam apel pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski penjagaan terpusat di kecamatan melalui pos-pos, lokasi rawan longsor harus mendapat perhatian khusus.

“Untuk petugas pantau, saat apel kemarin pada momentum Nataru juga dibahas, penjagaan memang terpusat di kecamatan melalui pos-pos, namun untuk petugas yang berjaga di wilayah sekitar, khususnya di lokasi longsor, harus ada petugas pantau,” pungkas Ruli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button