Kejahatan

Viral di TikTok, Polres Sumedang Amankan 9 Orang Terduga Pemalak Buruh Pabrik

Sumedang – Sebanyak sembilan pria diamankan Polres Sumedang atas dugaan pungutan liar (pungli) atau aksi pemalakan terhadap buruh pabrik di kawasan Cimanggung yang meresahkan masyarakat. Dugaan tersebut sebelumnya viral di media sosial TikTok.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/12/2024) sekitar pukul 13.30 WIB di dua lokasi, yaitu Dusun Baturumpil, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, dan Pangkalan Ojek Warung Cina, Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung.

Baca Juga :  GMKI Sumedang Berharap Pihak Kepolisian Perketat Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, mengungkapkan tindakan tersebut merupakan respons cepat pihak kepolisian terhadap informasi yang beredar.

“Kami mengamankan sembilan orang pelaku yang diduga melakukan pungutan liar dengan modus menjual karcis senilai Rp10 ribu atau meminta uang langsung kepada pengguna jalan,” ujar AKP Awang, Sabtu (21/12/2024).

Menurut laporan, para pelaku melakukan aksi tersebut di sekitar kawasan pabrik KAHATEX. Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebesar Rp412 ribu, Rp5.500, dan 12 lembar kupon parkir.

Baca Juga :  Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Cipacing Jatinangor

Sembilan orang yang diamankan adalah US (41), OM (41), AR (47), KA (45), HJ (53), RR (17), NM (47), DN (42), dan JJ (32). Semua terduga pelaku merupakan warga Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari korban terkait dugaan pungli tersebut. Namun, tindakan kepolisian dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :  Polres Sumedang Salurkan 2.700 Bibit Pohon Buah

“Kami telah mengamankan para pelaku, meminta keterangan mereka, serta menyita barang bukti yang terkait,” tegas AKP Awang.

Polres Sumedang terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada gangguan lebih lanjut di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button