BuahduaSosialSumedangWado

Tiga Pekan Terjebak Pasca Bencana Aceh, Warga Sumedang Menjerit Rindu Pulang Kampung

Aceh – 22 hari pasca banjir yang menerjang Aceh dan Sumatera 5 orang Warga Sumedang tak bisa pulang. Mereka merupakan para pekerja penyadap getah pinus di wilayah Takengon Kabupaten Aceh Tengah yang sudah bekerja selama 6 bulan.

Hingga saat ini kelima warga Sumedang tersebut masih kebingungan untuk pulang, hal tersebut dipertegas oleh Tata warga Dusun Sampora RT O4 RW 06 Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

Baca Juga :  Segudang Manfaat Tiang Pintar Pertama di Indonesia Kini Dirasakan Warga Sumedang

“Abi masih bertahan didieu, tos 22 dinten saatos kajadian (Saya masih bertahan disini, sudah 22 hari pasca banjir),” jelas Tata saat dihubungi melalui telpon, Kamis (18/12).

Tata juga menjelaskan tak hanya dirinya yang berada di Takengon Kabupaten Aceng Tengah, dirinya sebelumnya bertahan dengan 7 orang warga Purwakarta, yang mengungsi di sekretariat Paguyuban Pasundan.

“Situasi aman, 7 orang Purwakarta tos pulang tadi pagi dicandak ku bupatina abdi masih bertahan didie. (Situasi aman, 7 Orang asal Purwakarta sudah pulang tadi pagi di jemput oleh bupatinya, saya masih bertahan disini),” sambung Tata

Baca Juga :  Histori Budaya Sumedang, Bupati Dony Dorong Festival Cut Nyak Dien Jadi Agenda Tahunan

Tercatat ada 5 orang warga Sumedang yang terisolir di Takengon Aceh Tengah

1. Muhanad Jueran warga Sampora RT 04 RW 06 Desa Ciawtali Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang

2.Tata warga Sampora RT 04 RW 06 Desa Ciawitali Kecamatan Buandua Kabupaten Sumedang

Baca Juga :  Begini Keterangan Damkar Soal Kebakaran Rumah Nanang Raw Warga Jatinangor

3. Bayu Riadi warga Sampora, Desa Ciawitali Kecamatan Buandua Kabupaten Sumedang

4. Rohmat Hidayat warga Dusun Kebon Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang

5. Uding Permana warga Desa Sukapura Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang

Kelima orang tersebutpun masih kebingungan menghadapi nasib yang menimpanya. Mereka berharap ingin segera dijemput seperti rekan-rekannya oleh Pemda Purwakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button