Peristiwa

Terjadi Lagi, Kecelakaan di Jalan Pasirhuni-Jingkang Akibatkan Seorang Pelajar Alami Bibir Sobek Hingga Gigi Copot

Sumedang – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di ruas jalan Pasirhuni–Jingkang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Seorang pelajar menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada Kamis (15/5/2025) pagi sekitar pukul 06.45 WIB saat hendak berangkat ke sekolah.

Korban mengalami luka cukup serius, termasuk gigi taring copot, bibir robek hingga memerlukan sembilan jahitan, serta luka di kaki, siku, dan bagian tubuh lainnya. Kecelakaan diduga disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak parah.

“Menurut anak saya, dia berusaha memilih jalur yang lebih baik di antara jalan rusak, tapi ban motornya tidak seimbang dan akhirnya terjatuh,” kata Ai Nuryanah (36), ibu korban, saat memberikan keterangan kepada Tahu Ekspres.

Baca Juga :  Peninjauan Jalan Rusak di Buahdua Sumedang, Wabup Fajar Pastikan Jalur Burujul–Sanca Tuntas 2026

Usai kecelakaan, korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan di Cipadung. Selain luka fisik yang terlihat, dokter juga menyarankan pemeriksaan lanjutan berupa rontgen di rumah sakit di Sumedang.

Wulansari berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Pasalnya, jalur Pasirhuni–Jingkang merupakan akses utama bagi warga, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah.

“Harapan saya, jalan ini segera diperbaiki. Jangan sampai ada korban lagi, apalagi dari kalangan pelajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Akhirnya! 5.408 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumedang Terima SK

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan bahwa jalan Pasirhuni-Jingkang sudah masuk dalam rencana perbaikan oleh Pemkab Sumedang pada tahun 2025.

“Insyaallah bulan Juni sudah mulai pengerjaan perbaikan jalan. Jalan Pasirhuni-Jingkang sudah kami masukkan dalam rencana perbaikan tahun 2025. Total panjang jalan sekitar 7 km, dan anggaran sebesar Rp500 juta sudah dialokasikan,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sumedang Fraksi Golkar Dapil 2, Hasan Supriadi, yang meninjau langsung lokasi kejadian dan rumah korban kecelakaan.

Baca Juga :  Di Balik Pembangunan Sumedang, Ada Ibu dan Keluarga Sebagai Fondasi Terkuat

“Tadi pagi ada kejadian anak SMA ketika mau berangkat sekolah dia jatuh. Tapi sekarang, alhamdulillah, sudah dirawat jalan. Jalannya seperti ini, dan bahkan kejadian ini sudah dua kali terjadi. Sekarang terulang lagi,” ucap Hasan.

Sebagai informasi tambahan yang di rangkum dari berita Tahu Ekspres sebelumnya, insiden ini bukan yang pertama terjadi di jalur tersebut. Sebelumnya, pada 28 Maret 2024, seorang balita berusia tujuh bulan dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button