Peristiwa

Penemuan Jenazah di Kebun Teh Margawindu Sumedang Selatan

Warga Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, menemukan jenazah seorang pria di area perkebunan teh Margawindu pada Rabu pagi (04/09/2024). Jenazah ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di blok Manyeuseup, dengan posisi menyender di bawah pepohonan, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi sebuah kendaraan roda dua yang sudah terparkir sejak beberapa hari sebelumnya.

Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Kosdiani Wulandari, menjelaskan bahwa korban diperkirakan berusia 43 tahun. Penemuan ini bermula dari laporan warga Dusun Mekarsari, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, yang melaporkan hilangnya anggota keluarga bernama Anen Sanusi pada Senin, 2 September 2024. Pihak kepolisian bersama keluarga segera melakukan pencarian, namun selama dua hari tidak ada perkembangan signifikan.

Baca Juga :  TPT di Margamekar Longsor, Gerus Rutilahu Hingga Jebol dan Terancam Roboh

“Warga menemukan kendaraan roda dua yang terparkir di pinggir jalan sekitar perkebunan teh sejak hari sebelumnya. Mereka segera melapor ke pihak desa, dan laporan ini diteruskan ke pihak kepolisian,” kata Kosdiani.

Baca Juga :  Warga Sindulang Geger Penemuan Mayat Laki-laki, Polisi Berhasil Ungkap Identitasnya

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari BPBD, Inafis Polres Sumedang, Kasat Reserse, Kapolsek Sumedang Selatan, Tagana, Puskesmas, dan aparat desa segera mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan identifikasi.

“Setelah dilakukan pencarian dan ditelusuri bersama, korban ditemukan dalam kondisi menyender di bawah pepohonan di dalam kebun teh, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kendaraan roda dua tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  TPT di Margamekar Longsor, Gerus Rutilahu Hingga Jebol dan Terancam Roboh

BPBD Kabupaten Sumedang berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menangani situasi lebih lanjut. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika ada kejadian serupa atau bencana lainnya ke BPBD Kabupaten Sumedang,” ujar Kosdiani.

Penanganan kasus ini masih terus berlanjut, dengan harapan agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan keadilan atas apa yang telah terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button