PeristiwaSumedang

116 Santri Diduga Keracunan Makanan di Cimanggung Sumedang, Polisi Ambil Sampel Makanan

Sumedang – Pondok Pesantren Nuurush Sholaah yang berlokasi di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dihebohkan dengan peristiwa keracunan massal yang menimpa 116 santri, pada Jumat (19/12/2025).

Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna mengatakan, peristiwa ini terjadi hampir 24 jam setelah para santri menyantap makanan katering pada Kamis malam (18/12/2025), usai melaksanakan pengajian rutin mingguan.

“Keracunan ini terjadi setelah santri mengkonsumsi makanan katering yang disajikan setelah pengajian malam Jumat,” kata Kompol Aan.

Baca Juga :  Libur Nataru, Kendaraan Sumbu 3 ke Atas Dibatasi di Tol Cisumdawu dan Jalur Bandung–Sumedang

Makanan katering tersebut, lanjut Aan, terdiri dari nasi, daging ayam, telur pedas, dan kentang kering. Para santri yang diduga keracunan mengeluhkan perut mual, pusing hingga demam.

“Dari 116 santri yang terkena keracunan, 61 di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit di 5 Rumah Sakit terdekat. Sementara sisanya ditangani di pesantren oleh tim kesehatan dari Dinkes dan puskesmas. Gejala yang dialami santri antara lain pusing, mual, dan demam,” Tutur Aan.

Baca Juga :  Jalan Parakanmuncang - Tegalmanggung Mulai Diaspal, Bupati Dony: Tahun Depan Tuntas

Guna kepentingan penyelidikan, Polres Sumedang pun menurunkan tim Inafis Satreskrim Polres Sumedang untuk mengambil sampel makanan sebagai bukti untuk pemeriksaan laboratorium. “Sampel makanan sudah diambil dan akan dicek lab untuk mengetahui penyebab keracunan,” tambah Kompol Aan.

Sementara itu, Kompol Aan memastikan bahwa keracunan ini bukan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena pesantren tidak menerima makanan dari program tersebut.

Baca Juga :  Gagal Menanjak, Truk Pasir Terguling di Depan SDN 1 Cimanggung

“Makanan yang disantap berasal dari Katering yang berlokasi di Cikancung, Kabupaten Bandung,” Tegasnya.

Pantauan hingga pukul 23.00 Jumat malam, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas sekitar terus memantau kondisi santri yang terkena keracunan. Jika gejala memburuk, para santri yang dirawat di aula pesantren akan segera dirujuk ke rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button