PeristiwaSumedang

Geger Mayat Bayi Ditemukan di Sungai Cipeles Sumedang, Ini Kata Polisi

Sumedang – Warga Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di pinggir Sungai Cipeles, Blok Sawah Nutug, Dusun Tegalpanjang, Sabtu (20/12/2025) pagi.

Mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh seorang warga bernama Dadan Syafardan saat sedang menjala ikan di Sungai Cipeles.

Baca Juga :  116 Santri Diduga Keracunan Makanan di Cimanggung Sumedang, Polisi Ambil Sampel Makanan

Akp Awang Munggardijaya, Kasi Humas Polres Sumedang, membenarkan adanya penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di lokasi tersebut.

“Kami membenarkan adanya penemuan mayat seorang bayi berjenis kelamin laki-laki di pinggir Sungai Cipeles, Desa Ganeas, Kabupaten Sumedang,” katanya.

Bayi tersebut, lanjut Awang, mengalami luka-luka pada bagian kepala, serta kerusakan pada bagian rusuk dan perut yang diduga akibat terseret arus sungai. “Diperkirakan bayi tersebut telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan,” Tutur Awang.

Baca Juga :  Hari Pertama Ops Zebra Lodaya di Sumedang, 117 Truk Terjaring Ramcek, 116 Pelanggar kena Potret ETLE

Sementara itu, Kapolsek Ganeas Iptu Wilas Sutisna yang bergerak ke lokasi penemuan mayat bayi tersebut mengatakan, Kepolisian Polres Sumedang telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan masih melakukan penyelidikan guna mengungkap asal-usul bayi serta pihak yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Baca Juga :  180 Suporter Persib Asal Sumedang Berangkat ke GBLA, Dikawal Polres Sumedang

“Jenazah bayi telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pereng, Desa Ganeas,” Kata Iptu Wilas.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button