SosialSumedangUjungjaya

Warga Palasah Minta Perbaikan Permanen Bendung Cariang agar Banjir Tak Jadi Agenda Tahunan

Sumedang – Warga Dusun Palasah, Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, meminta pemerintah segera memperbaiki Bendung Cariang secara permanen. Mereka menilai kerusakan bendung tersebut menjadi penyebab banjir yang terus berulang.

“Sejak Bendung Cariang jebol awal 2021, banjir jadi rutin datang setiap musim hujan. Air Sungai Cipelang selalu meluap karena semua aliran tertuju ke sana,” ujar Kepala Dusun Palasah, Yaya Sudirya, saat dihubungi Tahu Ekspres, Selasa (15/4/2025).

Banjir terbaru terjadi pada Minggu (13/4) malam. Sebanyak 35 rumah warga di RT 003 dan RT 004 terendam air setinggi hingga 50 cm. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga jam menyebabkan Sungai Cipelang meluap.

Baca Juga :  Banjir Rendam Rumah dan Masjid di Padasuka Usai Sungai Cipeles Meluap

“Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB dan baru surut sekitar tengah malam,” kata Yaya.

Selain permukiman, banjir juga merendam sekitar 50 hektare sawah milik warga. Meski tidak ada korban jiwa, warga khawatir banjir akan terus menjadi langganan jika tak ada penanganan serius.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Jatinangor, BPBD Sumedang Lakukan Asesmen

Yaya menjelaskan, Bendung Cariang sempat beberapa kali diperbaiki, tetapi hanya bersifat sementara. Pada Januari 2025 lalu, bagian yang jebol kembali diperbaiki, namun tak bertahan lama.

“Kalau Bendung Cariang itu berfungsi, air bisa dibagi dua jalur. Tapi karena sudah lama jebol, semua air mengalir ke Cipelang. Di daerah kami tidak ada tanggul, jadi saat hujan deras pasti banjir,” jelasnya.

Baca Juga :  Banjir Rendam Dua Wilayah di Sumedang Selatan, Puluhan Warga Terdampak

Ia pun meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan memperbaiki Bendung Cariang secara menyeluruh.

“Mohon sungainya dikeruk, karena sudah dangkal. Panjang sungainya hampir belasan kilometer. Kalau tidak ditangani, banjir akan terus terjadi setiap musim hujan,” tegas Yaya.

Menurutnya, sebelum bendung jebol, wilayah Palasah tidak pernah terdampak banjir hingga ke permukiman. “Paling banjir cuma sampai sawah. Tapi sejak bendung rusak, air sampai masuk rumah,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button