PemerintahanSumedang

Sumedang Turunkan Kemiskinan 0,29 Poin, Kolaborasi Semua Stakeholder Jadi Kunci

Sumedang – Angka kemiskinan Kabupaten Sumedang menurun dari 9,1 menjadi 8,81 (turun 0,29 poin) menurut data BPS, sebagai bagian upaya menuju Indonesia tanpa kemiskinan yang menjadi visi Pemerintah Kabupaten.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Nela Megalita menyatakan, bahwa hal itu hasil kolaborasi semua stakeholder. Antara lain pemerintah pusat-daerah, bisnis (Bank Sumedang, HIPMI), BUMN (PLN), media, dan komunitas. BPS juga mendukung proses data secara vertikal.

Baca Juga :  Ternyata Ini Khasiat Ketumbar Untuk Kesehatan Tubuh

“Program tidak bisa berdiri sendiri, harus berkolaborasi dan saling bantu,” ujarnya di rapat Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Selasa (16/12/2025) siang.

Pemkab juga telah menerapkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) menggantikan data lama.

Baca Juga :  Bupati Dony: Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Terus Pantau Informasi Cuaca BMKG

Sebagai Wali Data, Dinas Komunikasi Informatika dan BAPPPEDA telah mendapatkan 19 dari 34 indikator DTSN yang direncanakan, mencakup 26 kecamatan, 270 desa, dan 70 kelurahan.

“Data akan dipadankan kembali ke pemerintah desa karena yang tahu persis kondisi masyarakat adalah di tingkat desa untuk mengatasi bantuan yang tidak tepat sasaran.” Tuturnya.

Nela menekankan fokus pada pemberdayaan masyarakat, bukan hanya pemberian bantuan.

Baca Juga :  Mengulik Keunikan Mesin Rotary Suzuki A100: Inovasi yang Tak Lekang Waktu

“Bantuan tidak selamanya, tetapi berdaya itu selamanya,” katanya,

Ia menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya tidak bergantung pada bantuan yang dipakai untuk kebutuhan tidak produktif.

“Pemkab telah meluncurkan program seperti hibah tanaman, ternak dan penempatan kerja, namun upaya menyatukan program agar lebih berdampak masih terus dilakukan.” Katanya menandaskan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button