BudayaKomunitasNasionalPemerintahanPolitikSejarahSumedangWisata

Sumedang: Peradaban Tersembunyi yang Mengagumkan Hati Menteri Kebudayaan

Situs Bersejarah Sebagai Jembatan Menuju Masa Depan

Sumedang – Fadli Zon terpesona kekayaan budaya dari kerajaan hingga era kolonial, komitmen untuk menjadikan warisan sebagai daya gerak pembangunan daerah Kabupaten Sumedang.

langkah Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginjakkan kaki di Kabupaten Sumedang membuka tirai sebuah peradaban yang penuh dengan makna. Pada Sabtu kemari (17/1/2026) kemarin.

Tak hanya sekadar kunjungan kerja, kedatangannya pertama kalinya ke daerah ini menjadi momen di mana ia menyatakan kekaguman mendalam terhadap kekayaan budaya yang tersimpan di setiap sudut Sumedang.

“Sumedang benar-benar permata budaya yang patut dibanggakan bangsa. Di sini, kita menemukan perpaduan sejarah yang luar biasa – dari kejayaan kerajaan Sunda hingga jejak perjuangan bangsa pada era kolonial dan perang dunia,” ucap Fadli Zon saat diwawancarai awak media.

Mahkota Binokasih: Simbol Kejayaan Peradaban Sunda

Salah satu hal yang paling membuatnya terpukau adalah Mahkota Binokasih Sanghyang Pake milik Karaton Sumedang Larang yang berada di Gedung Srimanganti.

Baca Juga :  Banyak Pengembang Perumahan Minat Investasi di Sumedang, Pemkab Perketat Rekomendasi Izin

Sebagai salah satu mahkota tak ternilai di Asia Tenggara, mahkota emas berbobot delapan kilogram ini menjadi bukti nyata kemajuan peradaban Indonesia pada masa lalu.

“Ini bukan sekadar mahkota fisik, tetapi simbol perjalanan panjang sejarah tatar Sunda – mulai dari Kerajaan Pajajaran hingga Sumedang Larang sebagai penerus kekuasaan di Jawa Barat. Betapa luar biasa, di masa lalu kita telah memiliki keahlian dan kemakmuran yang mengagumkan,” jelasnya dengan penuh kagum.

Menurutnya, narasi sejarah Karaton Sumedang Larang harus dihidupkan kembali dan dikenalkan secara luas, tidak hanya di daerah Sumedang atau Jawa Barat, melainkan ke seluruh pelosok Indonesia.

Situs Bersejarah Sebagai Jembatan Menuju Masa Depan

Selain karaton, sejumlah situs cagar budaya lainnya juga mendapatkan perhatian khusus. Gunung Kunci dan Gunung Palasari yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Perang Dunia Kedua, serta Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, menjadi bagian dari rencana aktivasi dan revitalisasi pemerintah pusat.

Baca Juga :  Begini Keterangan Damkar Soal Kebakaran Rumah Nanang Raw Warga Jatinangor

Di Situs Benteng Gunung Palasari peninggalan Belanda, Fadli Zon menyatakan komitmen untuk memperkuat pelestarian yang tidak hanya fokus pada nilai sejarah dan budaya, tetapi juga lingkungan sekitar.

“Kita akan menjadikan Gunung Palasari sebagai wisata budaya dan sejarah yang hidup, di mana pelestarian ekosistem juga menjadi prioritas – termasuk dengan menanam pohon langka endemik lokal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa potensi budaya Sumedang tidak cukup hanya dilindungi, tetapi harus dikembangkan melalui konsep ekonomi budaya dan industri budaya sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.

Kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sumedang, Asosiasi Museum Indonesia, dan Balai Pelestarian Jawa Barat akan dilakukan untuk mewujudkannya.

Baca Juga :  Pasca Dilantik, HIPMI Sumedang Fokus Bangun Sekolah Bisnis hingga Produksi Pangan Lokal

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Jaga Jati Diri Bangsa

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik perhatian tersebut. Menurutnya, pembangunan di Sumedang bertumpu pada tiga fondasi utama: agama, budaya, dan teknologi, di mana budaya berperan sebagai pijakan etos kerja masyarakat.

“Merawat kebudayaan berarti merawat jati diri dan peradaban kita. Kami berharap dengan dukungan pemerintah pusat, situs-situs budaya seperti Gunung Palasari bisa menjadi destinasi edukasi budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Fadli Zon menutup kunjungannya dengan harapan bahwa kekayaan budaya Sumedang akan menjadi kekuatan pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas bangsa.

“Sumedang membuktikan bahwa warisan budaya adalah aset berharga yang mampu menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan kita,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button