PemerintahanSosial

Soal Perbaikan Darurat Jembatan di Surian, Kades Wanajaya Berharap Kedepan Ada Perbaikan Permanen

Sumedang – Pemerintah Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, masih melakukan penanganan darurat terhadap jembatan gantung yang rusak parah dan mengisolasi warga Dusun Bobos. Upaya perbaikan jangka pendek dilakukan melalui kerja sama lintas unsur, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen.

Kepala Desa Wanajaya, Erwan Riswanto, mengatakan perbaikan sementara dilakukan bersama unsur TNI dan masyarakat desa. Menurut dia, langkah tersebut diambil karena kondisi jembatan sudah tidak layak dilalui dan membahayakan keselamatan warga.

“Jangka pendeknya ini kami bersama di unsur TNI Kodim 0610 dan pemerintah desa bekerjasama dengan LKD dan semua masyarakat yang ada di desa Wanajaya untuk memperbaiki jembatan gantung yang sudah dibangun dan mengalami kerusakan yang sangat parah,” kata Erwan saat dikonfirmasi Tahu Ekspres, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Nestapa Warga Surian Berlarut: Jembatan Putus, 25 KK Dusun Bobos Hidup Terisolir
Kades Wanajaya, Kecamatan Surian, Erwan Riswanto (Foto : Istimewa)

Di luar penanganan darurat, Erwan menyebut pemerintah desa juga tengah mengupayakan pembangunan jembatan permanen melalui jalur birokrasi. Ia mengaku telah mengajukan permohonan secara resmi, meski prosesnya masih berjalan.

“Saya udah bersurat juga sekarang masih proses permohonan melalui Dinas PUTR Sumedang untuk di ajukan ke kemendagri kalo untuk ikhtiar jembatan permanen,” ujarnya.

Upaya pembangunan jembatan permanen, kata Erwan, sebenarnya sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Pada 2020, pemerintah desa sempat mengajukan pembangunan jembatan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bahkan, dokumen perencanaan teknis telah disusun hingga tahap detail engineering design (DED).

Baca Juga :  Kades Wanajaya Pastikan Perbaikan Jembatan Rusak di Surian Terus Berjalan, Target Februari Bisa Digunakan Warga

“Sebelumnya di tahun 2020 kita sudah berikhtiar ke kementrian PU RI, progres sampai dengan DED (Detail Engineering Design) selesai, namun sampai sekarang tidak ada kelanjutan info anggarannya itu terkendala pas covid,” kata dia.

Erwan menegaskan, perbaikan yang saat ini dilakukan bersifat sementara dan darurat. Ia berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen di lokasi yang lebih aman dan stabil secara geologis.

“Ini sifatnya sementara dan darurat, harapan selanjutnya kepada pemerintah daerah agar supaya dibangun jembatan yang sifatnya permanen dengan lokasi yang berbeda yang diyakini oleh masyarakat di titik yang akan nanti dibangun jembatan permanen, tanahnya tidak selabil yang kondisi jembatan gantung yang sedang diperbaiki sekarang,” ujar Erwan.

Baca Juga :  Nestapa Masayarakat Soal Jembatan Putus di Wanajaya Surian, Pemkab Sumedang Turut Prihatin dan Minta Maaf

Menurut dia, keberadaan jembatan permanen sangat dibutuhkan warga karena akan menjadi akses utama penghubung antara Desa Wanajaya dan wilayah sekitarnya. Pemerintah desa, kata Erwan, terus berupaya agar pembangunan tersebut dapat segera terwujud.

“Jadi itu harapan masyarakat dan kami juga dari pemerintah desa memohon dan berikhitiar terus supaya terealisasi jembatan permanen yang menghubungkan desa Wanajaya dengan 1 RT dan desa Karangbungur kecamatan Buahdua,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button