KriminalPeristiwa

Seorang Pria Diseret dan Dikeroyok di Depan BCA Sumedang, Diduga Dipicu Teguran Soal Ugal-ugalan

Sumedang – Seorang pria berinisial AIO diseret dan dikeroyok oleh sekelompok orang di depan BCA KCP Sumedang, Jalan Mayor Abdurahman, Kotakaler, Sumedang Utara. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/12/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB dan diduga dipicu teguran soal aksi ugal-ugalan.

Kejadian bermula ketika AIO datang ke warung Tutug Oncom (TO) untuk membeli makanan sahur. Beberapa saksi di lokasi menyebutkan bahwa tak lama setelah korban tiba, sebuah mobil Toyota Avanza putih berpenumpang sekitar empat orang berhenti di dekat warung tersebut.

Baca Juga :  Hari Jadi ke-78 Reserse, Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Sumedang Gelar Baksos di Ponpes Al-Huda Cilipung

“Benar, telah terjadi dugaan pengeroyokan terhadap korban. Kasusnya saat ini ditangani oleh Polsek Sumedang Utara,” kata Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah saat dihubungi Tahu Ekspres, Kamis (11/12/2025).

Dua orang pelaku kemudian turun dan langsung menyeret AIO ke arah saluran air sebelum menganiayanya. Berdasarkan keterangan awal, aksi tersebut dipicu karena para pelaku tidak terima ditegur.

Baca Juga :  Menguak Tabir Kejanggalan Kematian Guru SMP di Sumedang, Polisi Lakukan Ekshumasi Jenazah

“Korban menyampaikan bahwa sebelumnya sempat menegur para pelaku yang berkendara melawan arah dan ugal-ugalan hingga membahayakan orang lain,” ujar Tanwin.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Sumedang untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi juga telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Baca Juga :  Mengaku Dibegal dengan Bikin Laporan Palsu Demi Judi Online, Seorang Pria di Sumedang Diciduk Polisi

“Polsek Sumedang Utara masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengidentifikasi dan mengejar para pelaku. Kami berupaya agar kasus ini segera terungkap,” tambah AKP Tanwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button