KesehatanPemerintahanSosialSumedang

RSUD Umar Wirahadikusumah Buka Layanan Operasi SBL, Harapan Baru bagi Penderita Parkinson

Sumedang – Pertama di Jawa Barat, RSUD Umar Wirahadikusumah resmi membuka layanan operasi bedah saraf fungsional melalui prosedur Stereotactic Brain Lesion (SBL) bagi penderita Parkinson dan gangguan gerak.

Operasi perdana sekaligus peluncuran layanan tersebut dilaksanakan oleh dokter spesialis bedah saraf RSUD Umar Wirahadikusumah, dr. Arief Setia Handoko, Rabu (11/2/2026).

Proses operasi disaksikan secara langsung melalui live streaming oleh Direktur RSUD Umar Wirahadikusumah, dr. Enceng, bersama keluarga pasien operasi perdana dan jajaran manajemen rumah sakit.

“Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik. Saya ucapkan terima kasih kepada media yang sudah hadir. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, bahwa pasien-pasien yang selama ini dianggap sulit mendapatkan kesembuhan, seperti Parkinson bila hanya menggunakan obat saja, dengan gejala seperti itu tanpa obat pun berjalan saja sulit,” kata dr. Enceng, usai pelaksanaan operasi SBL perdana di RSUD Umar Wirahadikusumah.

Baca Juga :  RSUD Tangani Insiden Jarum Pentul Tertelan Remaja Putri di Sumedang
Dirut RSUD Umar Wirahadikusumah, dr. Enceng

Pasien yang menjalani operasi SBL tersebut telah mengidap Parkinson selama delapan tahun. Bahkan dalam satu bulan terakhir, pasien tidak lagi mampu beraktivitas dan hanya terbaring di tempat tidur.

Layanan SBL di RSUD Umar Wirahadikusumah sendiri, lanjut Enceng, merupakan yang pertama di Jawa Barat dan termasuk tindakan medis yang masih jarang dilakukan. Keberadaan dr. Arief sebagai dokter spesialis bedah saraf yang kini bertugas tetap di RSUD Umar Wirahadikusumah menjadi salah satu faktor pendukung dibukanya layanan tersebut.

Baca Juga :  RSUD Tangani Insiden Jarum Pentul Tertelan Remaja Putri di Sumedang

“Kebetulan dokter spesialis bedah saraf ini memang asli dari RSUD Umar Wirahadikusumah. Sejak beliau bergabung di rumah sakit ini dari Mojokerto, layanan ini bisa kami kembangkan,” tutur Enceng.

Enceng menambahkan, indikasi tindakan brain stimulation atau SBL ditujukan untuk pasien dengan gangguan gerak, seperti tremor berat dan kesulitan melakukan aktivitas motorik halus. “Kalau dilihat seperti tremor, menulis pun sulit karena saking tremornya. Membuat lingkaran tidak bisa, menggambar tidak bisa. Biasanya ini sangat mengganggu pada profesi yang menuntut gerak tangan,” ujar dr. Enceng.

Baca Juga :  RSUD Tangani Insiden Jarum Pentul Tertelan Remaja Putri di Sumedang

Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan SBL disarankan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf guna memastikan indikasi medis. Biaya operasi SBL di RSUD Umar Wirahadikusumah dapat di-cover oleh BPJS Kesehatan atau JKN.

“Pasien yang kami operasi ini tidak mengeluarkan biaya, artinya bisa di-cover oleh BPJS atau JKN. Tetapi ketentuannya sekarang masih berlaku kelas 1, kelas 2, kelas 3,” kata Enceng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button