Peristiwa

Pohon Tumbang Tutup Jalan Cadas Pangeran, Arus Lalin Sempat Tertutup Total dan Listrik Padam

Sumedang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menyebabkan pohon tumbang yang menimpa kabel listrik milik PLN di Desa Cigendel pada Minggu (6/4/2025) malam. Akibatnya, jalur lalu lintas di jalan Cadas Pangeran atas sempat tertutup total dan listrik padam wilayah tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Blok Jelekong RT 01 RW 09, Desa Cigendel. Dua jenis pohon, yaitu bambu dan kaliki, tumbang menimpa kabel PLN dan menutup badan jalan.

Baca Juga :  Diguyur Hujan, 5 Bencana Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Sumedang

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim kami langsung melakukan asesmen ke lokasi dan melakukan pemotongan serta pembersihan pohon,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Kosdiani Wulandari, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tahu Ekspres.

Baca Juga :  BPBD Gercep Tangani Longsor yang Menutup Jalan Cadas Pangeran Sumedang, Lalu Lintas Sempat Terganggu

Penanganan dilakukan secara gabungan oleh BPBD, TNI, Polri, PLN, aparat desa, dan masyarakat setempat. Selama proses pembersihan, arus lalu lintas dialihkan ke jalur bawah Cadas Pangeran.

“Pemotongan pohon selesai pada pukul 21.40 WIB dan jalur sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Kosdiani.

Baca Juga :  Bencana Pohon Tumbang dan Longsor di Sumedang, Akibatkan Macet dari Cigendel hingga Cadas Pangeran

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan bencana seperti Cadas Pangeran. Menurutnya, potensi bencana seperti pohon tumbang meningkat seiring masuknya musim hujan yang disertai angin kencang.

“Kami sarankan agar instansi terkait seperti Perhutani segera melakukan pendataan dan pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang,” tegas Kosdiani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button