Raden Tedi Ajak Siswa MA Muhammadiyah Tanjungsari Melek Politik Lewat Pendidikan Demokrasi
Sumedang – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Raden Tedi, memberikan pendidikan demokrasi bagi para pemilih pemula di MA Muhammadiyah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran politik sejak dini serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi.
Dalam kegiatan tersebut, Raden Tedi menekankan pentingnya memahami nilai-nilai demokrasi secara benar, terutama menjelang pelaksanaan pemilu.
“Pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, penting bagi mereka untuk paham arti demokrasi dan menggunakan hak pilihnya dengan bijak,” ujar Raden Tedi di hadapan para siswa.
Ia menambahkan bahwa pendidikan politik bukan hanya soal mengenal partai atau calon, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai warga negara.
“Demokrasi bukan hanya datang ke TPS, tapi juga bagaimana kita ikut menjaga keadilan, keterbukaan, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab yang membahas isu-isu seputar pemilu, politik anak muda, dan peran DPRD dalam pembangunan daerah.
Raden Tedi berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat semangat kebangsaan di kalangan pelajar sekaligus mendorong mereka menjadi pemilih cerdas dan kritis.
“Anak muda harus berani terlibat dalam proses demokrasi, tapi tetap dengan cara yang santun dan beretika,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Sumedang, Riki Kuswandi, yang mengajak generasi muda menjadikan Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap persatuan, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab moral dalam membangun peradaban bangsa.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi titik lahirnya kesadaran kolektif anak bangsa untuk menyingkirkan sekat suku, agama, dan golongan demi cita-cita Indonesia yang merdeka dan berdaulat,” ujar Riki Kuswandi.
Riki juga menyoroti pentingnya nilai keikhlasan dan perjuangan sebagaimana dicontohkan para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh Islam yang turut memperjuangkan kemerdekaan. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruh perjuangan itu dalam bingkai dakwah dan aksi sosial.
“Momentum Sumpah Pemuda harus menjadi refleksi untuk memperkuat iman, ilmu, dan amal. Dari Sumedang, kita tunjukkan bahwa pemuda berdaya bisa menjadi motor perubahan menuju Indonesia yang lebih bermartabat,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi sinergi antara dunia pendidikan, lembaga legislatif, dan organisasi kepemudaan dalam menanamkan kesadaran politik, nasionalisme, serta nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda Sumedang.







