Sosial

Program Kecakapan Kerja (PKK) 2025 Resmi Dibuka, LKP Gosfaro Fokus Siapkan Desainer Grafis Muda Sumedang

Sumedang — LKP Gosfaro resmi membuka Program Kecakapan Kerja (PKK) 2025 bidang Desain Grafis. Kegiatan yang digelar bersama Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu berlangsung di lantai dua Gedung Creative Center Sumedang, Sabtu pagi (15/11/2025).

Kabid Paud Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Elis Suprihatin Herliani hadir dan meresmikan dimulainya kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Asal Usul Nasi Goreng dan Perkembanganya di Sumedang

Ketua LKP Gosfaro, Ike Medyawati Setiarini menjelaskan, bahwa program ini diikuti 20 peserta yang telah lolos seleksi secara adil dan benar. Peserta berusia 17 hingga 25 tahun, tidak sedang sekolah, tidak bekerja, dan tidak kuliah.

“Mereka datang dari berbagai wilayah di Sumedang: Sumedang Selatan, Sumedang Utara, Tanjungkerta, Cimanggung, hingga Cisitu,” ujar Ike.

Baca Juga :  Sachs Hada: Moped Legendaris yang Pernah Merajai Jalanan Indonesia

Pelatihan desain grafis tersebut akan berlangsung 27 hari, dimulai dari pembangunan karakter hingga praktik desain grafis intensif.

Pada empat hari pertama, peserta mengikuti materi pendidikan karakter, motivasi kerja, etika kerja, dan ketenagakerjaan. Narasumber berasal dari Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, serta para praktisi. Program juga menghadirkan sesi orientasi kerja dari sejumlah mitra industri seperti Ciho, dan hammer.

Baca Juga :  Canangkan Tagline "Sumedang Membumi", Bupati Sumedang Tegaskan Arah Kerja Nyata di Tahun 2026

Ike menaruh harapan besar terhadap peserta program ini. “Kami ingin setelah mengikuti pelatihan ini, mereka bisa bekerja atau berwirausaha. Minimal bisa mendesain gambar dan bekerja sama dengan percetakan, atau membuka usaha desain sendiri,” katanya.

Program ini diharapkan menjadi salah satu jalan bagi pemuda Sumedang untuk masuk ke industri kreatif yang terus tumbuh, khususnya desain grafis.

One Comment

  1. Ari ngadamel program teh kedah aya hasilna, ulah sa ukur meh aya kagiatan, nambah-nambah biayaeun. Jaman hese ekonomi kieu mah kedah efektif nanaon teh. Lebar duit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button