Pj Bupati Sumedang Tanggapi Kritikan PDIP Soal Program Bunga Desa
Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, menanggapi kritikan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang dilaksanakan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumedang Tahun 2024.
Ketua Fraksi PDIP Sumedang, Atang Setiawan, menilai program tersebut bagus dilakukan karena bisa mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya, hanya saja tidak tepat jika dilaksanakan menjelang Pilkada.
Atang menyarankan agar program Bunga Desa dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah Pilkada selesai. “Lebih baik program ini dilanjutkan setelah Pilkada usai. Ini masalah sensitif, jadi perlu diperhatikan,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyebutkan, program Bunga Desa sama sekali tidak ada kaitannya dengan politik maupun Pilkada yang saat ini sudah memasuki tahapan pendaftaran calon.
Ia menyebutkan, program tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab Sumedang dalam mengawal program-program yang dilaksanakan di daerah.
“Melalui program Bunga Desa, kami ingin memastikan kalau program-program yang dijalankan pemerintah, bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Yudia Ramli kepada wartawan, Rabu (5/9).
Ia menjelaskan, sebagai Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli ditugaskan oleh Kemendagri RI, tidak hanya untuk menyukseskan Pilkada serentak, tetapi juga menjalankan urusan pemerintahan seperti memperbaiki infrastruktur, mengentaskan kemiskinan ekstrem, menangani stunting, memperkuat ketahanan pangan, menjaga inflasi, dan mensukseskan Gerakan Revolusi Putih. Sebagai Pj Bupati dan Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Kemendagri RI, Yudia harus memastikan amanah tersebut terlaksana dengan baik.
Menurutnya, Program Bunga Desa digagas agar kebijakan pemerintah pusat dan daerah dirasakan hingga pelosok Sumedang. “Selama program ini, kami bukan hanya bersilaturahmi, tetapi juga memberikan layanan kesehatan, Adminduk, perizinan, dan lainnya,” ujar Yudia. Program ini bisa mendekatkan layanan kepada masyarakat yang jauh dari Mall Pelayanan Publik (MPP).
Selama program berlangsung, pihaknya juga mensosialisasikan program pemerintah pusat seperti Revolusi Putih, ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi. “Kami berharap program Bunga Desa memberi dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.







