Pasca Imbauan Polres Sumedang Tentang Demo Pelajar, Begini Kata Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Sumedang – Pasca imbauan Polres Sumedang agar pelajar SMA/SMK tidak ikut aksi demonstrasi buntut kejadian massa aksi yang terlindas Rantis di Jakarta, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumedang turut menyampaikan pandangannya. Ketua IPM Sumedang, Deni Syamsudin, menekankan bahwa pelajar Muhammadiyah memiliki pegangan nilai dalam bersikap terhadap aksi di ruang publik.
Deni mengatakan, pelajar Muhammadiyah berlandaskan Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) yang mendorong mereka berpartisipasi membangun masyarakat adil dan makmur sesuai ajaran Islam.
“MKCHM lebih menekankan pada pentingnya menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Jika demo tersebut bertujuan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan ajaran Islam, maka mungkin dapat dipertimbangkan,” kata Deni kepada Tahu Ekspres, Jumat (29/8/2025) malam.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa demonstrasi bukan berarti anarkis. Aksi hanya bisa ditempuh bila ada urgensi yang jelas, dengan catatan tetap damai dan tidak menimbulkan kekacauan.
“Perlu diingat bahwa jikalau harus mengikuti aksi dengan urgensi yang jelas, aksi demo harus dilakukan berbekal kajian substantif dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengimbau para pelajar agar tidak terprovokasi untuk mengikuti aksi demonstrasi. Ia mengingatkan bahwa pelajar sebaiknya lebih memprioritaskan pendidikan dan prestasi dibanding turun ke jalan.
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pelajar untuk lebih bijak dalam bersikap dan fokus meraih prestasi di bidang pendidikan,” ujar Sandityo.







