Menelusuri Jejak Sang Kakek, Karya Tersembunyi Mustofa Sastrapradja Penulis Buku Pendidikan Asal Sumedang yang Mendunia
Sumedang – Abdul Gofur (26), pemuda asal Conggeang, Kabupaten Sumedang, menjalani perjalanan panjang untuk menemukan jejak karya kakeknya, Mustofa Sastrapradja.
Perjalanan tersebut dimulai dari cerita ayahnya pada tahun 2020, setelah ia mengetahui bahwa kakek yang wafat tahun 1988 pada usia 52 tahun itu adalah seorang tokoh yang karyanya terpendam. Makam Mustofa Sastrapradja sendiri berada di Desa Conggeang Kulon.
“Saya ditinggalkan kakek saat memasuki masa SMA, dan ayah saya suka menulis puisi serta kata-kata untuk menuangkan kerinduan kepada beliau. Itulah yang memicu rasa penasaran saya tentang seberapa penting dan berpengaruhnya kakek bagi saya,” ujar Abdul Gofur.
Dari cerita ayahnya, Abdul mengetahui bahwa Mustofa Sastrapradja adalah seorang pendidik yang telah membimbing banyak orang menjadi guru. Namun, informasi mengenai karya tulis kakeknya sangat terbatas, hanya sebatas cerita lisan tanpa data yang jelas.
Perubahan datang pada tahun 2025, ketika Abdul menemukan dokumen berupa surat dari kakeknya ke penerbit di berkas arsip rumah neneknya, Ema Suhaema (80), warga Dusun Cibodas RT 06 RW 07 Desa Conggeang Kulon.
Melalui dokumen tersebut, ia akhirnya mengetahui bahwa kakeknya adalah penulis buku ‘Kamus Istilah Pendidikan dan Umum’ yang diterbitkan oleh ‘Usaha Nasional Surabaya’ pada tahun 1978, ditujukan untuk guru, calon guru, dan masyarakat umum.
Setelah mengetahui judul buku yang ditulis sang kakek, Abdul mulai menggali informasi lebih lanjut dengan cara mencari di mesin pencari Google dan mengunjungi katalog perpustakaan secara online.
“Kadang informasi muncul, kadang tidak, mungkin karena saya kurang lengkap memasukkan nama dan karya beliau. Namun setelah perpustakaan melakukan pengkatalogan ulang, karya tersebut mulai teridentifikasi dengan jelas,” katanya.
Pada tanggal 27 Maret 2026, Abdul berhasil membeli buku fisiknya melalui platform Shopee dengan harga Rp 25 ribu. Saat ini, buku tersebut telah tercatat ada di berbagai perpustakaan, antara lain secara online di Perpustakaan Nasional Australia, serta secara fisik di Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan berbagai kampus di seluruh Indonesia.
Abdul berharap karya kakeknya dapat menginspirasi banyak orang dan ada yang bersedia melanjutkan pengembangan atau pembaruan isi buku Kamus Istilah Pendidikan dan Umum tersebut.
Sementara hasil temuan di internet, buku tersebut masih dipergunakan sebagai penguat kajian teori pada sebuah Studi Kasus di SMA Ma’arif NU Karanganyar dan SMK Negeri 1 aranganyar Purbalingga (tahun 2025).
Tesis yang ditulis oleh Ferdu A Tufando tersebut berjudul, Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Relevansinya terhadap Internasionalisasi Karakter Islam Peserta Didik SMA Karanganyar Purbalingga. (*)







