Sumedang – Meroskam atau membersihkan tubuh kuda bukan hanya sekadar rutinitas bersih-bersih, melainkan bagian penting dalam perawatan untuk menjaga kesehatan dan performa hewan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Mang Badud, seorang pengendali dan perawat kuda (Groomer) berpengalaman. Senin (19/01/2026).
Menurut Mang Badud (53), meroskam dilakukan dengan membersihkan bulu, kulit, serta bagian tubuh lainnya dari kotoran, lumpur, atau serpihan makanan yang menempel.
“Kuda yang sering dirawat dengan meroskam akan memiliki bulu yang sehat dan kulit yang tidak mudah terkena penyakit seperti jamur atau luka karena gesekan kotoran,” ujarnya.
Proses meroskam juga memberikan kesempatan untuk memeriksa kondisi tubuh kuda secara menyeluruh.
“Saat meroskam, saya bisa langsung melihat jika ada luka kecil, benjolan, atau tanda-tanda tidak sehat pada tubuh kuda. Sehingga masalah bisa ditangani lebih awal sebelum menjadi parah,” tambahnya.
Selain kesehatan fisik, Mang Badud menjelaskan bahwa aktivitas meroskam juga mempererat hubungan antara pengendali dan kuda.
“Kuda akan merasa nyaman dan lebih percaya kepada orang yang merawatnya dengan baik. Ini sangat penting terutama untuk kuda yang digunakan dalam kompetisi atau pekerjaan sehari-hari,” katanya.
Mang Badud menyarankan agar meroskam dilakukan secara teratur, minimal sekali atau dua kali seminggu tergantung pada aktivitas kuda.
“Jika kuda sering digunakan di luar ruangan atau melalui jalur yang berlumpur, frekuensi meroskam perlu ditingkatkan agar kotoran tidak menumpuk terlalu lama,” pungkasnya.**







