Mahasiswa UPI Sumedang Panen Sayur Bersama Warga Cibitung, Wujudkan Desa Bebas Stunting
Tahu Ekspres, Sumedang — Kelompok 23 Mahasiswa PGSD UPI Kampus Sumedang yang tengah melaksanakan Program Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (P2MB) di Desa Cibitung menggelar kegiatan panen sayuran bersama di lahan pertanian BUMDes Cibitung, Selasa (tanggal kegiatan). Kegiatan ini merupakan bagian dari tema pengabdian “Generasi Z untuk Stunting-Free Village: Edukasi Gizi, Aktivitas Fisik, Literasi Keluarga Berdampak dan Berkelanjutan.”
Manurut Vina salah satu mahasiswa yang melaksanakan kegiatan tersebut, Panen sayur melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak dan guru PAUD Bersinar, PLKB Buahdua, perangkat desa, PKK, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga mahasiswa P2MB UPI. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif sebagai bentuk sinergi antara pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Acara diawali dengan sambutan dari pengelola BUMDes yang menjelaskan tujuan kegiatan panen sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi sayuran dan ketahanan pangan keluarga. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa tim dengan tugas panen, penimbangan, dokumentasi, dan edukasi” katanya.
Petugas dari Dinas Pertanian memberikan demonstrasi teknik panen serta penanganan pascapanen higienis agar hasil pertanian tetap segar dan layak konsumsi. Di sela kegiatan, mahasiswa melaksanakan edukasi gizi ramah anak untuk mengenalkan manfaat sayuran bagi pertumbuhan dan pencegahan stunting.
“Anak-anak PAUD tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka ikut memetik bayam dan kangkung sambil belajar mengenal berbagai jenis tanaman. Aktivitas ini menjadi pengalaman langsung bagi anak-anak untuk memahami pentingnya makanan sehat dan peran petani dalam kehidupan sehari-hari,”ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPI berupaya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan sadar gizi. Kegiatan panen sayuran di BUMDes Cibitung menjadi contoh nyata bagaimana Generasi Z turut berperan aktif dalam mendukung terwujudnya Desa Bebas Stunting melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata di lapangan.







