Jakarta – Program Studi Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) meningkatkan kompetensi dosen melalui pelatihan Green Productivity pada (26/8/2026). Kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Pelatihan tersebut digelar pada 26-28 Agustus 2026 di Lantai 6 Gedung M. Hatta SPs UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan ini bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah (P3D) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (DTKTE) DKI Jakarta.
Pelatihan Green Productivity ditujukan untuk memperkuat pemahaman dosen mengenai efisiensi sumber daya sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala P3D DKI Jakarta, M. Tsani Annafari, Ph.D., mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong inovasi yang berperspektif lingkungan.
“Sinergi antara P3D DKI Jakarta dan SPs UNJ adalah langkah pionir untuk mentransformasi cara pandang akademisi terhadap efisiensi resources. Para dosen merupakan arsitek perubahan yang bertugas menyemaikan pemikiran produktif berwawasan lingkungan kepada generasi mendatang demi terciptanya lanskap perkotaan yang tangguh,” kata Tsani.
Direktur SPs UNJ, Prof. Dedi Purwana, mengatakan penerapan prinsip ekologis menjadi salah satu aspek penting dalam membangun reputasi perguruan tinggi di tingkat global.
“Reputasi global sebuah institusi pendidikan masa kini dipandu oleh tolok ukur kontribusinya terhadap planet ini. Pelatihan ini memosisikan UNJ di garda depan dalam merestrukturisasi model pembelajaran dan riset berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga luaran akademik kami relevan secara global,” ujarnya.
Koordinator Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ sekaligus Ketua Penyelenggara, Prof. Eliana Sari, mengatakan pelatihan tersebut diikuti 25 dosen dari lingkungan SPs UNJ dan perwakilan lintas fakultas.
Menurutnya, keterlibatan peserta dari berbagai disiplin ilmu ditujukan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan riset maupun pembelajaran berbasis keberlanjutan.
“Keberlanjutan tidak bisa bergerak dalam ruang terisolasi. Kehadiran 25 akademisi dari beragam disiplin ilmu mengomfirmasikan visi bersama UNJ untuk menganyam prinsip Green Productivity ke dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, membangun fondasi akademik yang solid menghadapi krisis ekologis,” jelas Eliana.
Selama tiga hari, peserta mendapat materi mengenai analisis efisiensi material, optimalisasi energi, strategi zero waste hingga metodologi audit keberlanjutan. Materi disampaikan instruktur tersertifikasi Leonard Panjaitan.
Pelatihan juga menggunakan metode simulasi interaktif dan problem-based learning. Peserta diarahkan untuk menganalisis penerapan konsep Green Productivity di unit kerja masing-masing.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ujian komprehensif atau written test menggunakan bahasa Inggris selama 2,5 jam. Ujian tersebut dilakukan untuk mengukur pemahaman teoritis dan kemampuan manajerial peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 100 persen peserta memperoleh predikat sangat memuaskan.
Pada sesi penutupan, materi mengenai perkembangan Green Productivity dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja disampaikan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Rahmawati, M.M.
Dalam pemaparannya, Rahmawati menekankan pentingnya penguasaan kompetensi Green Productivity dalam menghadapi perubahan pasar kerja global, khususnya terkait perkembangan green jobs dan penguatan green economy di Indonesia.










