SejarahSumedang

Lumpang ‘Jubleg’ Berusia Ratusan Tahun Jadi Hiasan Rumah di Sumedang

SUMEDANG – Sebuah benda kuno bernilai sejarah terpajang rapi di pojokan rumah warga di Gang Srimanganti, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kamis (1/1/2026).

Benda tersebut adalah lumpang – alat dapur tradisional yang menyaksikan kehidupan masyarakat masa lalu. Masyarakat Sunda menyebutnya “Jubleg”.

Pemiliknya, Dimas Januar (42), menempatkan lumpang di pojokan depan rumah, berdampingan dengan beberapa pot bunga dan alat tumbuk antik lainnya. Pengumpul barang klasik ini sengaja paparkan koleksinya karena nilai sejarahnya.

Baca Juga :  Warung Sawargi: Menikmati Surabi dan Pemandangan Sawah di Batu Gara

“Dulu jubleg ini benar-benar berfungsi untuk keluarga orang tua saya,” ujar Dimas.

Lumpang mulai digunakan saat ibunda Dimas masih balita. Kini ibundanya berusia 73 tahun, sehingga perkiraan usia lumpang mencapai ratusan tahun. Awalnya alat ini digunakan untuk menggiling beras menjadi tepung.

Baca Juga :  Perkuat Operasi SAR di Sumatera, Kantor SAR Bandung Berangkatkan 7 Rescuer ber-APD Lengkap

“Sejak SMP saya sudah suka kumpulkan barang jadul untuk dekorasi kamar. Seiring waktu, barang-barang itu menyimpan cerita dan kenangan keluarga,” katanya.

Lumpang terbuat dari kayu solid. Beberapa bagian sudah keropos dan permukaannya aus dengan bekas penggunaan – bukti peran pentingnya dalam kehidupan keluarga Dimas.

Baca Juga :  Petani KJA Jatigede Bongkar Mandiri Keramba, Dukung Program Pemerintah Sumedang

Pada masa lalu, masyarakat umumnya gunakan lumpang untuk menggiling beras, jagung, atau rempah-rempah, sebelum alat penggiling modern muncul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button