NasionalPendidikanSumedang

Kurangi Efek Negatif Sampah, Mahasiswa KKN UNSAP Gelar Seminar Pemanfaatan Sampah di Desa Buahdua

Tahu Ekspres, Sumedang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas April di Desa Buahdua menyelenggarakan seminar pengelolaan sampah rumah tangga yang berfokus pada pemilahan dan pemanfaatan sampah. Kegiatan ini dilengkapi dengan praktik pencacahan dan pengomposan sampah menggunakan alat pencacah buatan mahasiswa KKN UNSAP. Seminar tersebut diikuti kurang lebih 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat Desa Buahdua dan dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026).

Seminar pengelolaan sampah rumah tangga ini merupakan bagian dari program kerja utama KKN UNSAP, sejalan dengan tema KKN tahun ini, yaitu “Transformasi dan Sinergi Smart Village menuju Lingkungan Zero Waste.” Selain dosen UNSAP, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang, yakni Ibu Susanti, S.Hut., dan Ibu Rosi Nurmalasari, S.Si. Para narasumber memaparkan materi mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, konsep bank sampah, serta berbagai bentuk pemanfaatan sampah rumah tangga.

Baca Juga :  180 Suporter Persib Asal Sumedang Berangkat ke GBLA, Dikawal Polres Sumedang

Pemanfaatan sampah yang ditekankan dalam seminar sosialisasi ini diawali dengan pemilahan sampah. Sampah rumah tangga berjenis organik diarahkan untuk diolah menjadi pupuk organik cair, Loseda (lodong sisa dapur), serta dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Tidak hanya pemaparan materi, seminar ini juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung pembuatan pupuk organik sederhana menggunakan botol bekas. Kegiatan dimulai dari praktik memilah sampah, pencacahan sampah menggunakan alat pencacah buatan mahasiswa, hingga proses pengomposan.

Baca Juga :  Longsor 5 Titik di Banyuresmi Putuskan Akses Warga dan Rusak Sawah

Alat pencacah sampah yang digunakan dalam kegiatan tersebut selanjutnya dihibahkan kepada Pemerintah Desa Buahdua untuk dimanfaatkan sebagai alat percontohan dan dikelola oleh kelompok ibu-ibu PKK desa setempat.

Kepala Desa Buahdua, Ahmad Husen, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan seminar ini.

“Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menggagas kegiatan ini sebagai upaya mengurangi dampak buruk sampah. Setidaknya kegiatan ini dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kebersihan lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiang Pintar Sumedang Siap Beroperasi Besok, Akan Diresmikan Wamendagri

Ia juga menyampaikan apresiasi atas hibah alat pencacah sampah yang diberikan kepada Desa Buahdua.

Sementara itu, salah satu peserta seminar, Ibu Wangsih dari Dusun Ciranten, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatannya sangat seru dan bermanfaat bagi kami para ibu. Saya berterima kasih karena mendapat pengalaman baru yang bisa langsung dipraktikkan di rumah,” tuturnya.

Peserta seminar terlihat antusias dan aktif, terutama saat praktik pembuatan pupuk organik. Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran masyarakat Desa Buahdua dalam menjaga lingkungan semakin meningkat serta mampu meminimalisasi dampak negatif sampah rumah tangga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button