AgamaSumedang

Kades Lengkong Apresiasi Tepang Sono Alumni Pontren Kebon Jambu di Sumedang

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Tepang Sono atau silaturahmi tatap muka Alumni Santri Pondok Pesantren (Pontren) Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon (Bacicir) terus dilaksanakan setiap tahunnya.

Kegiatan Tepang Sono tahun 2024 ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Pontren Kebon Jambu di Pondok Alif Kahiyang Agung Sukamantri Sukamaju Rancakalong Sumedang Jawa Barat (Jabar), Minggu (21/7/2024).

Alumni Pontren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon disebut juga sebagai Santri Akang KH. Muhammad (Almarhum) yang merupakan sosok pendiri Pontren Kebon Jambu.

“Alhamdulillah, pertemuan tatap muka alumni Pontren Kebon Jambu ini masih terus dilaksanakan setiap tahunnya. Insya Alloh silaturahmi seperti ini menjadi agenda rutin bagi para alumni sekaligus jadi ajang mempererat tali silaturahmi dan syiar dakwah,” ujar Ketua Fokal Kabupaten Sumedang KH. Didin Nurodin.

Selain itu, sambung Didin, dalam acara Tepang Sono Alumni Pontren Kebon Jambu hari ini di awali dengan Tawassulan yang dipimpin oleh, Kiyai Hasan Rohmat. Kemudian, sambutan Ketua Fokal Pusat KH. Aban Kholid Barja dan pemaparan kitab Bidayatul Hidayah oleh KH. Syafi’i Asmari.

“Alhamdulillah, antusiasme para Alumni Pontren Kebon Jambu dari berbagai daerah di Jabar dengan latar belakang berbagai profesi saat ini dapat mengikuti kegiatan secara khidmat. Saya ucapkan terimakasih kepada alumni yang telah hadir dan ikutserta membantu menyukseskan kegiatan ini,” tukas KH. Didin Nurodin.

Di kesempatan itu, salah satu alumni Pontren Kebon Jambu asal Kabupaten Bandung yang sekarang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Lengkong, Agus Salam Rahmat mengapresiasi kegiatan Tepang Sono Alumni Pontren Kebon Jambu Bacicir yang masih intens dilaksanakan setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, kali ini saya bisa mengikuti kegiatan temu alumni Pontren Kebun Jambu Bacicir. Luar biasa, acara ini sangat kental dengan syiar dakwah. Jadi, tidak hanya sekedar mempererat tali silaturahmi semata,” kata Agus.

Ia berharap kegiatan temu alumni Pontren Kebon Jambu Bacicir kedepannya dilaksanakan lebih menarik dan lebih besar lagi acaranya.

Tak sampai disitu, imbuh Agus, jika seorang santri maupun alumni terus menjaga marwah nama baik almamater pesantren sampai mengamalkan berbagai ilmu yang diperolehnya maka wajib bagi dirinya mendapatkan limpahan karomah dan keberkahan dari gurunya.

“Jadi, sejatinya seorang santri maupun alumni pesantren saat berada ditengah masyarakat, harus terus memancarkan cahaya keilmuan dan ibadahnya semata-mata karena Alloh SWT,” tukas Agus Salam Rahmat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button