Jembatan sementara penghubung dua Desa antara Suriamedal dan Tanjung di Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang terputus, Kamis (11/1/24) sekira Jam 17.00 WIB. Putusnya jembatan dipicu karena hujan deras sehingga air Sungai Cijurei meluap dan menghancurkan jembatan sementara.
“Karena hujan deras pada Kamis siang membuat air Sungai Cijurei meluap dan merusak jembatan penghubung dua desa tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” kata warga Kecamatan Surian, Akbar Agung Gumilar, yang mengetahui kejadian tersebut.
Ia menyebutkan, jembatan itu tidak bisa menahan derasnya arus sungai sehingga hancur dan membuat akses antar desa terputus. Padahal menurutnya, akses jalan tersebut biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk ke kebun, sawah, bekerja dan sekolah.
Saat ini, kata Akbar, masyarakat terpaksa memakai jembatan permanen yang ada di jalan lingkar Bendungan Sadawarna, namun kondisi jembatan tersebut belum beres.
Selain itu juga, menurut Akbar akses jalan bisa memakai jalur lain dengan cara memutar namun jaraknya cukup jauh.
“Ya, mau tidak mau harus menempuh jarak cukup jauh dan waktunya lebih lama karena akses jembatan ini terputus, walaupun bisa menggunakan jembatan permanen tapi sangat membahayakan,” jelasnya.
Selain penghubung dua desa, jembatan ini juga merupakan penghubung masyarakat Sumedang menuju Kabupaten Subang. Dimana posisi desa Tanjung Kecamatan Surian merupakan desa perbatasan dengan Kabupaten Subang.







