Peristiwa

Motif Pelaku Peristiwa Berdarah di Sumedang Mulai Terungkap

Motif pelaku peristiwa berdarah oleh seorang pria bernama IH (36) yang tega melakukan penganiayaan dengan cara dibacok terhadap RR (36) mulai menemui titik terang. Peristiwa berdarah itu terjadi di Lingkungan Gunung Cina RT 04 RW 02 Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Kamis (11/01/24) sekira Jam 10.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun Tahu Ekspres, pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri (pasutri), akan tetapi ada yang menyebutkan sudah bercerai. Ada juga informasi yang menyebutkan masih status pasutri tapi sudah pisah ranjang.

Baca Juga :  Panwaslu Jatinangor Survei Gudang Logistik Pemilu 2024, Pastikan Barangnya Aman dan Bertahan Lama

Pelaku tega melakukan penganiayaan terhadap korban karena diduga ingin rujuk tapi ditolak oleh korban. Pelaku melakukan pembacokan terhadap tubuh korban dengan menggunakan sebilah golok.

Setelah itu pelaku berniat untuk melakukan aksi bunuh diri dengan cara melukai tangannya bagian urat nadi, serta melukai bagian lehernya. Akan tetapi keduanya masih bisa tertolong dan berhasil dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Jelang Masa Tenang Pemilu, Panwaslu Tanjungsari Himbau Parpol Bersihkan APK Secara Mandiri

“Info awal seperti itu (minta rujuk ditolak) dari keterangan anaknya. Pendalaman oleh unit PPA Polres Sumedang,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Sumedang, Iptu Awang Munggardijaya, saat dikonfirmasi Tahu Ekspres melalui pesan WhatsApp, Kamis (11/1/24).

Baca Juga :  Hujan Disertai Angin Puting Beliung Sapu Puluhan Rumah Warga di Sumedang

Dilokasi kejadian, polisi juga berhasil mengamankan 1 (satu) bilah golok beserta sarungnya sebagai barang bukti.

Adapun perkara yang menjerat pelaku, kata Awang, adalah tindak pidana sebagaimana Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Nomor 23 Tahun 2004, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp30 Juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button