Sosial

Jembatan Rusak di Ujungjaya Putus Akses Ekonomi dan Pendidikan Warga Perbatasan Sumedang – Majalengka

Sumedang – Jembatan penghubung di Dusun Balerante, Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Sumedang, rusak parah hingga tak bisa digunakan. Kondisi tersebut memutus akses ekonomi dan pendidikan warga karena jembatan itu menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Majalengka, tepatnya ke Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 150 meter.

Kepala Desa Palabuan, Nana Supriatna, mengatakan kerusakan terbaru terjadi pada Sabtu (24/1/2026). Jembatan gantung tersebut kini terbalik dan sama sekali tidak bisa dilintasi warga.

“Kemarin Sabtu jembatan terbalik dan tidak bisa digunakan sama sekali,” kata Nana saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).

Kondisi jembatan yang sudah rusak parah (terbalik). (Foto : Istimewa)

Nana menjelaskan, jembatan itu memiliki peran vital bagi aktivitas harian masyarakat. Warga Dusun Balerante selama ini memanfaatkan jembatan untuk bekerja, bersekolah, hingga berbelanja ke wilayah Majalengka.

“Banyak warga yang bekerja ke Majalengka, sekolah ke Majalengka, dan belanja ke Pasar Kadipaten karena barangnya lebih lengkap, terutama sayuran,” ujarnya.

Menurut Kepala Desa Palabuan, jembatan tersebut pertama kali dibangun pada 2021. Pembangunan dilakukan melalui donasi Haji Umuh bersama Kodim dan relawan Vertikal Rescue Indonesia dalam program 1.000 jembatan gantung se-Indonesia.

Baca Juga :  Pejabat Terseret Skandal Kasus Izin Tambang, HMI Sumedang Desak Pemda Lakukan Evaluasi Menyeluruh

“Dulu dibangun tahun 2021 dari donatur Haji Umuh dan Kodim bersama relawan Vertikal Rescue Indonesia. Bahkan saat itu Pangdam turun langsung ke lokasi untuk meresmikan jembatan,” jelas Kades Nana.

Namun, sebulan setelah diresmikan, jembatan sempat mengalami kerusakan akibat banjir besar. Kerusakan tersebut kemudian diperbaiki kembali oleh donatur yang sama.

“Waktu itu diperbaiki lagi oleh donatur Haji Umuh dan Kodim bersama relawan. Upaya perbaikannya dengan menaikkan volume tinggi jembatan supaya tidak tergerus air sungai,” kata dia.

Kerusakan kembali terjadi pada 2023. Saat itu, papan jembatan dilaporkan rapuh sehingga membahayakan pengguna. Pemerintah desa kemudian melakukan perbaikan darurat.

“Tahun 2023 papannya rapuh dan diperbaiki oleh kepala desa dengan menggunakan drum,” tutur Nana.

Nana menyebut, sejak 2023 hingga sekarang, jembatan tersebut sudah rusak sebanyak tiga kali. Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan bantuan donatur swasta.

Baca Juga :  Nestapa Warga Surian Berlarut: Jembatan Putus, 25 KK Dusun Bobos Hidup Terisolir

“Dari 2023 sampai sekarang sudah rusak tiga kali dan diperbaiki oleh donatur swasta,” ujarnya.

Kerusakan terbaru terjadi sekitar satu bulan lalu akibat kondisi kayu yang kembali rapuh. Warga sempat melakukan perbaikan sementara agar jembatan masih bisa digunakan.

“Satu bulan kemarin rusak lagi karena kayunya rapuh. Sempat diperbaiki oleh masyarakat. Masih bisa dipakai, tapi hanya oleh sebagian orang karena kondisinya sangat memprihatinkan, sekarang kondisinya sama sekali tidak bisa digunakan karena terbalik dan rusak parah,” kata Nana.

Dipalang bambu sebagai tanda Jembatan Balerante tidak bisa digunakan karena rusak parah. (Foto : Istimewa)

Dampak rusaknya jembatan sangat dirasakan warga. Tanpa jembatan, waktu tempuh menuju wilayah seberang menjadi jauh lebih lama.

“Kalau tidak lewat jembatan, warga harus memutar lewat Cijelag Tomo. Dari Desa Palabuan ke Desa Babakan Anyar (Kadipaten Majalengka) yang ada disebrang bisa sampai 45 menit,” ujarnya.

Padahal, jika jembatan berfungsi normal, jarak tempuh menuju Kadipaten jauh lebih singkat.

Baca Juga :  Jalan Conggeang-Ujungjaya Diperbaiki dengan Dana IJD 19 Miliar Rupiah

“Kalau lewat jembatan, dari Desa Palabuan ke Kadipaten cukup 10 sampai 15 menit. Tapi kalau muter tidak lewat jembatan bisa sampai satu jam,” kata Nana.

Nana menambahkan, pihaknya telah melaporkan kondisi jembatan tersebut kepada pemerintah kecamatan, hingga Koramil. Komunikasi juga telah dilakukan dengan Camat Ujungjaya.

“Sudah dilaporkan ke kecamatan, dan Koramil. Sudah ada komunikasi juga dengan camat,” ujarnya.

Ia berharap perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan mengingat manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.

“Harapannya segera diperbaiki karena jembatan ini sangat terasa manfaatnya bagi warga,” pungkas Nana.

Dikonfirmasi terpisah, wilayah disebrang jembatan, kepala Desa Babakan Anyar Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka, Budi Wahyu Darmadi, mengatakan hal yang sama. Pihaknya sudah melaporkan kondisi jembatan rusak kepada pimpinan diatasnya.

“Udah lapor ke pihak kecamatan, kalau dampaknya tentu ada, seperti ada yang mau ke undangan atau kerja ke wilayah Desa seberang harus muter jauh,” katanya kepada Tahu Ekspres, Senin (26/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button