Ilham, Notaris Muda Sumedang Raih 5 Kali Berturut-turut Penghargaan Wajib Pajak Tertinggi
Sumedang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumedang memberikan penghargaan kepada wajib pajak, kecamatan, serta desa/kelurahan terbaik dalam pengelolaan pajak daerah tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula Tampomas, Gedung Pusat Pemerintahan Sumedang, Rabu (3/9/2025).
Salah satu penerima penghargaan adalah Muhammad Ilham Ramdhan Putra. Notaris muda asal Sumedang itu dinobatkan sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dengan kontribusi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terbesar selama lima tahun berturut-turut.
Dalam sesi wawancara bersama awak media, Ilham mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut.
“Pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya,” kata Ilham.
Ilham menegaskan, penghargaan itu bukan hanya hasil kerja dirinya semata.
“Penghargaan sebagai PPAT dengan kontribusi BPHTB terbesar selama lima tahun berturut-turut ini tentu bukan hanya pencapaian saya pribadi. Ini adalah buah dari kepercayaan masyarakat dan para wajib pajak yang telah memilih kantor kami, serta hasil kerja keras seluruh tim saya yang solid dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi amanah besar untuk terus menjaga kualitas layanan.
“Bagi kami, ini adalah sebuah amanah besar. Kami akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, menjaga integritas, dan mendukung peningkatan pendapatan asli daerah demi kemajuan Kabupaten Sumedang yang kita cintai,” tutur Ilham.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang hadir dalam acara itu menegaskan bahwa pajak merupakan tulang punggung pembangunan daerah. Ia menyebut pajak adalah bentuk gotong royong modern yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Kalau dulu gotong royong dilakukan dengan tenaga, sekarang bentuknya adalah membayar pajak. Pajak ini bukan kehilangan, melainkan investasi untuk masa depan,” kata Dony.
Dony mencontohkan hasil nyata dari pajak, mulai dari pembangunan jalan, sekolah, layanan kesehatan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ketika kita membayar pajak, kita ikut memastikan anak-anak bisa bersekolah, layanan kesehatan terjamin, dan ekonomi tumbuh. Itulah kenapa saya katakan membayar pajak adalah investasi, bukan beban,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Sumedang berkomitmen menjaga transparansi penggunaan pajak.
“Semua bisa dicek, pajak yang masuk dari mana saja dan dipakai untuk apa. Kami pastikan transparan agar masyarakat yakin bahwa pajak benar-benar kembali untuk pembangunan,” ucap Dony.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Sumedang tidak terlepas dari partisipasi wajib pajak.
“Karena itu, saya ucapkan selamat kepada para wajib pajak terbaik. Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar membayar pajak demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

