Nasional

Ini Pesan Wagub Jabar di Perayaan HUT ke-70 KAA dan Hubungan Indonesia Tiongkok ke-75

JAWA BARAT – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), H. Erwan Setiawan mengapresiasi Pengurus Daerah (Pengda) Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok telah menginisiasi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Hubungan Diplomatik Republik Indonesia (RI) – Tiongkok ke-75 di Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung, Minggu (18/5/2025).

“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok Pengda Jabar yang telah menginisiasi perayaan HUT ke-70 KAA dan HUT ke-75 Hubungan Diplomatik RI-Tiongkok dengan mengusung tema, Napak Tilas KAA dan Bandung Spirit,” ujar Wagub Jabar Erwan Setiawan.

Tentu saja, sambung Erwan, tema yang diusung dinilai tepat. Karena mengajak semua pihak menengok kembali jejak sejarah KAA di Bandung. Sekaligus mengobarkan lagi semangat Bandung Spirit dalam konteks persahabatan antar bangsa dewasa kini.

“Tujuh puluh tahun yang lalu pada April 1955, kota Bandung menjadi saksi lahirnya peristiwa bersejarah KAA. Dimana, sebanyak 29 negara dari dua benua berkumpul pertama kalinya. Konferensi tersebut bukan sekedar pertemuan biasa, melainkan titik balik bagi sejumlah negara yang pernah dijajah untuk bersatu demi memperjuangkan masa depan mereka.

Semangat solidaritas dan kemerdekaan bergelora di Gedung Merdeka saat itu yang menandai tekad bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk menguatkan kerjasama ekonomi-budaya. Bahkan, menolak segala bentuk kolonialisme maupun neokolonialisme yang saat itu tengah mencengkram dunia,” terangnya.

Selain itu, kata Erwan, Presiden RI Soekarno dalam pidato pembukaanya mengingatkan, bahwa kolonialisme belum mati. Sehingga, diperlukan persatuan menghadapi imperialisme dan ketidak adilan.

“Begitupun dengan Bandung Spirit atau semangat Bandung tidak lain adalah semangat diplomasi yang menjungjung persahabatan dan solidaritas antar bangsa.

Di tengah perbedaan ideologi dan latar belakang, para pemimpin Asia-Afrika tahun 1955 berhasil menemukan titik temu untuk bersatu.

Salahsatu momen yang sering dikenang yakni, sikap terbuka delegasi Tiongkok pada konferensi itu,” jelas Erwan.

Lebi jauh, Erwan menerangkan, perdana Menteri Zhou Enlai yang memimpin delegasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyatakan, mereka datang ke Bandung untuk bersatu, bukan untuk bertengkar. Untuk mencari titik temu, bukan untuk menciptakan perpecahan. Terlebih, pesan persahabatan yang disampaikan di Gedung Merdeka 70 tahun silam itu mengejutkan banyak pihak dan memecah kebekuan. Sehingga, memperkuat rasa saling percaya diantara negara-negara peserta.

“Sejarah juga mencatat bahwa Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang pertama menjalin hubungan resmi dengan RRT pada 13 April 1950 lalu.

Saat ini, Indonesia dan Tiongkok berada pada level kemitraan strategis komprehensif yang mencakup berbagai bidang kerjasama. Hubungan kedua negara ini terus tumbuh semakin kuat, dinamis, menghormati kedaulatan, saling percaya, serta komitmen bersama terhadap perdamaian, pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” terangnya.

Tak sampai disitu, kata Erwan, Pemprov Jabar juga menyambut baik investasi dan kerjasama Tiongkok di Jabar yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah, adanya lapangan kerja, alih teknologi dan lainnya.

Kedepan, Jabar juga terbuka untuk inisiatif-inisiatif kolaborasi baru dengan mitra Tiongkok. Baik dibidang ekonomi hijau, transformasi digital, pengembangan UMKM, maupun pertukaran pemuda dan pelajar.

“Saya berharap, Provinsi Jabar dapat menjadi pioneer dalam memperkuat hubungan people to people antara Indonesia dengan Tiongkok.

Perayaan Napak Tilas KAA dan Bandung Spirit ini merupakan kesempatan bagi kita untuk merefleksikan sejarah dan menggunakannya sebagai inspirasi masa depan.

Pelajari dan hayatilah semangat Bandung, jadilah pewaris nilai-nilai luhur KAA. Berani bersuara untuk keadilan, teguh membela perdamaian, aktif membangun persahabatan lintas bangsa. Sebab, ditangan generasi penerus bangsalah masa depan diplomasi dan persahabatan antar negara dipertaruhkan. Jadikanlah persatuan dan perdamaian sebagai visi bersama menuju dunia yang lebih baik,” pungkas Wagub Jabar, H. Erwan Setiawan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button