PemerintahanSumedang

Bupati Sumedang Ajak Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi di Tengah Curah Hujan Tinggi

Sumedang – Intensitas hujan yang tinggi terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang, memicu kekhawatiran akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Pemerintah Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem ini.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menekankan bahwa kewaspadaan menjadi hal utama yang harus dibangun bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan wilayah dengan drainase yang kurang baik. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujar Bupati, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga :  Oasis Hijau di Jantung Sumedang: Menjelajahi Pesona Kafe Minimalis Berhias Tanaman

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan potensi kerawanan di wilayah rawan bencana. Oleh karena itu, Bupati mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai, saluran air, maupun drainase.

“Sampah yang menumpuk dapat menyumbat aliran air dan memicu banjir saat curah hujan tinggi. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Baca Juga :  ENDED RAHMAT: Dari Arena Desa Hingga Joki Nasional Yang Merajai Pista Balap Kuda

Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama musim hujan. Kondisi cuaca lembap dan curah hujan tinggi kerap memicu meningkatnya risiko berbagai penyakit, seperti influenza, diare, hingga demam berdarah.

“Masyarakat diharapkan menjaga pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala sakit,” tambahnya.

Bupati juga meminta perangkat daerah terkait, camat, lurah, dan kepala desa untuk terus memantau kondisi wilayah masing-masing serta meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPBD, Dinas Kesehatan, aparat kewilayahan, dan relawan kebencanaan, diminta agar terus diperkuat.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Salurkan Rp12,5 Miliar Bantuan Pertanian untuk Ujungjaya

Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan apabila terjadi tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah, pohon rawan tumbang, atau peningkatan debit air sungai, agar dapat segera dilakukan langkah antisipasi sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan kesiapan personel, peralatan, serta langkah-langkah penanganan darurat apabila terjadi bencana. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan perlindungan kesehatan masyarakat di musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button